-->

Menu Bawah

Iklan

Disinyalir Salah Seorang ASN Narapidana Korupsi Cetak Sawah Belum Dipecat

29/04/19, 11:24 WIB Last Updated 2019-04-29T04:24:39Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) narapidana kasus korupsi cetak sawah di Kabupaten Tebo, disinyalir hingga saat ini belum diberhentikan atau dipecat.

Bahkan narapidana berinisial MW imi masih aktif sebagai pegawai di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan (DTPH&KP) Kabupaten Tebo.

“Iya, MW masih aktif,”kata Kasubag Kepegawaian DTPH&KP Kabupaten Tebo, M. Basid dikonfirmasi PORTALTEBO.id di ruang kantornya, Senin (29/04/2019).

M. Basid menjelaskan bahwa keputusan MW hingga saat ini belum ingkrah atau tidak berkekuatan hukum tetap. “Bagian Hukum Sekda Tebo juga tidak pernah memberitahukan soal status MW, “kata dia lagi.

Diakui dia jika beberapa waktu lalu Bagian Hukum Sekda Tebo pernah ke kantor dia untuk kordinasikan terkait pemberhentian dua pegawai DTPH&KP Tebo. Duw pegawai tersebut adalah Sarjono dan Kembar Nainggolan. “Kalo soal MW belum ada pemberitahuan dari bagian hukum,” ucapnya.

M. Basid kembali mengakui jika kinerja MW saat ini sangat bagus. “Absen ada terus, begitu juga pemberitahuan dari Kepala BPP juga bagus. Dia juga masih menerima gaji dan tunjangan, “pungkasnya.

Terkait hal ini, Kabag Hukum Setda Tebo Evi Hanafih belum bisa dikonfirmasi, “Ibu (Kabag) lagi penyuluhan di lapangan, “kata salah seorang staf Kabag Hukum saat PORTALTEBO.id. mengunjungi ruangan Kabag Hukum Sekda Tebo.

Informasi yang dirangkum PORTALTEBO.id, MW dihukum kurungan selama 1 tahun 4 bulan dan denda sebesar Rp50 juta atas kasus korupsi cetak sawah

Selain MW, ada juga salah seorang ASN Tebo berinisial JP yang hingga saat ini belum diberhentikan.

Sementara, tiga kementerian mengancam akan memberhentikan sementara Bupati Tebo, Sukandar. Hal ini jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hingga akhir bulan April 2019 ini, belum melakukan pemecatan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

Sebelumnya, pada Desember 2018 Pemkab Tebo telah memberhentikan 11 orang ASN yang tersandung kasus Tipikor. (red)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini