google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 LP2LH Cek Penanganan Limbah di RSUD Tebo

Advertisement


LP2LH Cek Penanganan Limbah di RSUD Tebo

Jumat, 05 April 2019


PORTALTEBO.id - Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH), Jumat pagi (05/04/2019), cek penanganan limbah cair dan limbah padat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebo.

Pantaun PORTALTEBO.id, pengecekan ini langsung dilakukan oleh Ketua DPD LP2LH Kabupaten Tebo, Hary Irawan beserta Ketua Tim Investasi Rio Aprianto.

System atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah medis, menjadi sasaran pertama pengecekan oleh LP2LH.

Lebih lanjut, LP2LH yang didampingi langsung oleh pihak RSUD Tebo mengecek setiap saluran dan kolam IPAL di RSUD tersebut. Begitu juga penanganan sampah medis disetiap ruang pasien, IGD, ICU dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah medis.


Pada pengecekan ini, LP2LH menyimpulkan jika penangan limba di RSUD Tebo sudah sesuai prosedur dan aturan. “Penanganan limbahnya sudah cukup bagus. Cuma ada beberapa item yang mesti diperbaiki karena dikhawatirkan bakal menjadi persoalan kedepannya,” kata Ketua DPD LP2LH Tebo, Hary Irawan usai mengecek penanganan limbah di RSUD Tebo.

Dijelaskan Hary sapaan pria berkaca mata ini, pemantauan penanganan limbah di RSUD Tebo yang dilakukann LP2LH adalah berdasarkan permintaan dari pihak rumah sakit. “Pihak rumah sakit yang minta kita untuk memantau serta mengawasi penanganan limbah cair dan limbah padat Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) yang mereka tanggani, “kata Hary.

Kepala Bidang Sarana Medis Dan Non Medis RSUD Tebo, Apriwal, SKM membenarkan adanya pengecekan penanganan limbah yang dilakukan oleh LP2LH. “Iya, tadi LP2LH mengecek penanganan limbah yang kita lakukan selama ini, “kata Apriwal.

Diyakini Apriwal jika penanganan limbah medis yang dilakukannya sudah optimal. Namun, kata dia, pihaknya masih terkendala beberapa fasilitas penanganan limbah yang meski diperbaiki dan dilengkapi, tapi terkendala anggaran.

“Seperti IPAL, sudah selayaknya di revitalisasi. Anggaran revitalisasi ini sudah kita usulkan ke pusat namun belum berhasil. Kita berharap revitalisasi ini bisa dianggarkan melalui APBD Kabupaten Tebo,”ujarnya.

Apriwal menjelaskan bahwa, sesuai aturan penanganan limbah cair dan limbah padat B3 harus mengunakan pihak ketiga. “Aturan tersebut sudah kita jalani,”kata Apriwal.

Kembali dijelaskan Apriwal, untuk penanganan limbah cair, pihaknya mengunakan sistem aerob atau pengelolaan air limbah melalui pembiakan bakteri yang memerlukan oksigen untuk pembiakannya.

Sementara untuk penanganan limbah padat B3, pihaknya telah bekerjsama dengan pihak ketiga. “Mulai pengangkutan hingga pemusnahan, semua dilakukan oleh pihak ketiga. Sebagai bukti jika limbah kita telah dimusnahkan, pihak ketiga menerbitkan sertifikat pemusnahan berdasarkan neraca limbah yang kita hasilkan dan yang mereka angkut,”tutup dia. (red)