google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 SAD Tanah Garo Tetap Menolak Koperasi Telaga Indah

Advertisement


SAD Tanah Garo Tetap Menolak Koperasi Telaga Indah

Senin, 01 April 2019

FHOTO: Pimpinan kelompok SAD, Temenggung Ngadap (pakai topi hitam) usai mediasi dengan pihak koperasi Telaga Indah di aula kantor Camat Muara Tabir, Kabupaten Tebo.

PORTALTEBO.id - Meski orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) Makekal, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi menolak keberadaan Koperasi Telaga Indah, namum koperasi tersebut tetap melakukan aktivitas mereka di sekitar lokasi SAD. Bahkan sudah beberapa hari ini pihak koperasi menurunkan alat berat di kawasan itu.

Untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, Senin siang (01/04/2019), dilakukan pertemuan antara SAD dengan pihak koperasi di aula Kantor Camat Muara Tabir.

Pada pertemuan itu, pihak SAD tetap menolak keberadaan koperasi di wilayah atau hutan mereka. “Sejengkalpun kami tidak mau hutan kami dikelola oleh koperasi. Kami juga tidak mau masuk kedalam kelompok tani ataupun koperasi, “kata pimpinan kelompok SAD, Temenggung Ngadap usai mediasi dengan pihak koperasi Telaga Indah.

Tidak itu saja, Temenggung Ngadap juga minta kepada pihak koperasi segera mengeluarkan alat berat mereka dari lokasi SAD. “Dalam waktu seminggu ini alat berat harus sudah di keluarkan dari hutan kami. Jangan sampai ini nantinya jadi permasalahan,”kata Temenggung lagi.


FHOTO: Temenggung Ngadap (duduk di depan mengenakan topi hitam) bersama warga SAD Tanah Garo mediasi dengan koperasi Telaga Indah di aula kantor Camat Muara Tabir.

Kembali dikatakan Temenggung, hutan SAD biarlah tetap menjadi hutan. Sebab, alasan dia, hutan tersebut tempat mereka hidup, tempat berteduh, tempat berlindung, tempat adat, tempat kami bersenang-senang dan juga tempat hidup anak cucu mereka kedepan. “Hutan kami biarlah kami yang mengurusnya. Jadi kami sangat menolak hutan kami dialih fungsikan. Kami juga tidak suka kayu (pohon) di hutan kami diambil,”kata dia menegaskan.

“Kalo kayu di hutan kami diambil, hutan kami akan gundul, tanaman kami akan tersenggol. terus kami harus hidup dimana,”ujar dia.

Terpisah, Camat Muara Tabir, Alfian membenarkan ada penolakan koperasi Telaga Indah oleh warga SAD Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Menurut Alfian, penolakan tersebut dikarenakan pihak koperasi kurang melakukan sosialisasi dan kordinasi dengan pihak pemerintah desa maupun kecamatan dan warga. “Karena kurang sosialisasi dan kordinasi, maka terjadi ketidak jelasan antara warga SAD dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh koperasi,”kata Alfian.

Alfian berujar, akibat itu warga SAD merasa ketakutan dengan alat berat yang telah diturunkan oleh pihak koperasi. Sementara permasalahan ini belum ada duduk bersama baik dengan pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan .

“Atas keresahan itu, warga SAD menyampaikan ke pemerintahan desa, dan pemerintahan desa menyampaikan kepada pihak kecamatan untuk dilakukan mediasi dan memfasilitasi mediasi antara warga SAD dengan pihak koperasi,”katanya.

Dari hasil media disimpulkan, pihak koperasi menyampaikan bahwa hutan tersebut adalah milik negara dan tidak ada niat koperasi untuk mengusur hak-hak dari warga SAD, bahkan pihak koperasi mengajak SAD bergabung dengan koperasi untuk mengelola hutan tersebut.

“Pikir pihak koperasi SAD mau diajak bekerjsama sesuai dengan izin yang diperolehnya itu, yakni seluas 1.000 hektar lebih. Karena tidak ada kordinasi dan sosialisasi dengan masyarakat, keberadaan koperasi ditolak, “kata dia lagi.

Dikatakan Camat, dari hasil mediasi disepakati bahwa koperasi tidak melakukan kegiatan di kawasan desa Tanah Garo. Koperasi juga diberi waktu satu minggu untuk dapat menarik alat berat mereka ke luar wilayah desa Tanah Garo. Seterusnya, pihak koperasi bersama masyarakat dan warga SAD akan menentukan tapal batas izin koperasi.

“Kesepakatan ini kita buat tertulis, saya menegaskan kepada kedua belah pihak yang melakukan mediasi agar sama-sama menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melawan hukum, apalagi ini mendekati Pemilu. Mudah-mudahan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Camat.

Diberitakan sebelumnya, Orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) Makekal, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi menolak keberadaan Koperasi Telaga Indah. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Pimpinan SAD Makekal, Temenggung Ngadap, Minggu (3/2/2019).

Menurut temenggung, keberadaan koperasi tersebut sangat merugikan warga SAD. Alasannya, karena koperasi itu bakal menghabiskan hutan yang selama ini tempat mereka bernaung dan bertahan hidup.

"Kalo sudah dikelola koperasi, tentu hutannya akan dibabat dan digantikan dengan tanaman lain. Trus, kami mau hidup dimana?“ tanya Temenggung Ngadap.

Temenggung mengakui tidak tahu pasti berapa luasan area koperasi Telaga Indah. Namun yang diketahuinya sebagain hutan tempat mereka hidup masuk ke dalam area izin koperasi.

“Di area orang rimba yang masuk dalam izin koperasi itu ada tanah balai atau tempat sakral bagi anak suku dalam, ada hutan untuk melahirkan atau tanah peranak, ada hutan untuk tempat jenazah dan ada hutan untuk upacara adat serta hutan untuk kami bergantung hidup,” ujar Temenggung Ngadap.

Dengan alasan itu, Temenggung Ngadap sangat menolak keberadaan koperasi itu (Telaga Indah). Ia meminta pemerintah untuk mengkaji ini kembali soal izin koperasi itu.

Seperti yang diketahui pada 16 Desember 2018 lalu, Presiden Joko Widodo membagikan 6.000 sertifikat tanah untuk masyarakat Jambi. Sertifikat itu dibagikan Jokowi kepada masyarakat Jambi untuk 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Selain sertifikat tanah, Jokowi juga memberikan SK Perhutani kepada 3.000 masyarakat Jambi di hutan pinus.

Informasi yang dirangkum, Koperasi Telaga Indah diduga merupakan salah satu di antara 3.000 SK Perhutani yang diserahkan Jokowi kepada masyarakat Jambi.

Ketua Koperasi Telaga Indah, Zulkifli menepis jika keberadaan koperasi mendapat penolakan dari SAD Makekal, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi.

“Itu tidak benar. Jadi informasinya harus saya luruskan agar tidak salah persepsi,“ kata Zulkifli, Minggu (3/2/2019).

Keberadaan koperasi Telaga Indah dijelaskan Zulkifli, justru didukung oleh warga SAD Tanah Garo. “Baru dua hari kemarin saya dari sana (Tanah Garo). Saya bersama rombongan dan warga SAD gelar rapat untuk membuat program agar kedepannya warga SAD Tanah Garo tidak terisolir,“ kata Zulkifli lagi.

Dalam rapat yang dihadiri langsung oleh beberapa temenggung SAD Tanah Garo, kata Zulkifli menjelaskan, salah satu yang dibahas adalah mempertahankan keberadaan warga SAD dan hak mereka di Tanah Garo. Tidak itu saja, dalam rapat juga dibahas soal strategi agar keberadaan warga SAD tidak digusur oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Warga SAD harus dibina dan diayomi," katanya.

“Jadi koperasi Telaga Indah tidak mengusur siapapun, baik warga SAD maupun warga desa yang berada dalam izin koperasi. Tapi keberadaan koperasi justru membina warga SAD maupun warga desa Tanah Garo agar bisa lebih maju lagi," ujarnya.

Zulkifli mengakui jika saat ini salah satu programnya adalah membangun pusat pendidikan warga SAD di Simpang Meranti Bukit Dua Belas. “Program ini sudah lama saya canangkan, semasa almarhum Sariman (mantan Kades Tanah Garo) masih hidup. Dan ini akan terus saya perjuangan," tuturnya.

Untuk itu, Zulkifli minta kepada warga SAD untuk tidak khawatir jika hutan atau lahan mereka akan tergusur oleh koperasi Telaga Indah.

“Yang menggusur lahan itu adalah oknum atau pengusaha kayu yang melakukan aktivitas ilegal loging. Bahkan mereka (pengusaha kayu) menebang kayu yang berada di dalam lahan izin koperasi. Saya selaku pengurus koperasi juga sangat dirugikan oleh mereka,“ kata dia. (red)