-->

Menu Bawah

Iklan

Sulit Dikonfirmasi, Wartawan Minta Wabup Hubungi Kadisdikbud Tebo, Tanya Soal Dana BOS Belum Cair

29/04/19, 14:41 WIB Last Updated 2019-04-29T07:41:19Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Sulitnya mendapatkan konfirmasi dari Sindi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tebo, sangat dikeluhkan oleh para awak media (Pers) yang melakukan liputan di wilayah Kabupaten Tebo.

Agar informasi yang disajikan tetap berimbang, sejumlah awak media terpaksa menjumpai Wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan dan minta untuk menghubungi Sindi.

“Sudah kita hubungi pak, tapi ndak ada jawaban. Kita butuh konfirmasi terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang hingga saat ini belum cair, “kata salah seorang awak media kepada Wabup Tebo, Senin (29/04/2019).

“Kasihan dengan pihak sekolah pak. Untuk biaya operasional, pihak sekolah terpaksa ngutang. Kita ingin konfirmasi, apa kendalanya sampai sekarang dana BOS belum juga dicairkan. Tolong pak hubungi pak kadisnya, “pinta awak media kepada Wabup.

Permintaan awak media ini langsung ditanggapi Wabup Tebo, Syahlan Arfan. Tanpa menunggu, Wabup langsung menghubungi Kepala Disdikbud Tebo, “Halo pak, ini ada kawan-kawan mau nanya dana BOS, kenapa belum cair-cair, “kata Syahlan kepada Sindi via telepon seluler.

“Saya lagi rapat di Jambi pak. Dana BOS tinggal menunggu pencairan saja,” jawab Sindi dengan singkat.

Diberitakan sebelumnya, setiap sekolah di Kabupaten Tebo terpaksa harus mencari dana talangan atau ngutang untuk keberlangsungan proses belajar mengajar. Pasalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD dan SMP untuk Triwulan Pertama 2019 hingga kini belum turun ke pihak sekolah.

Kepala SDN 79 Suka Maju, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Ngatari, S. Pd mengatakan saat ini sudah penghujung triwulan II, namun sampai saat ini dirinya memastikan dana bantuan tersebut tak kunjung cair.  “Untuk BOS triwulan pertama memang belum turun. Ya harus diakui itu cukup mengganggu. Apalagi saat ini sudah dipenghujung triwulan dua. Semoga saja dalam waktu dekat bisa segera turun,”kata dia.

Dia mengatakan, akibat dana BOS belum turun maka dirinya terpaksa mencari dana talangan untuk menutup kebutuhan sekolah. Sebab, pengeluaran biaya-biaya seperti untuk alat tulis, listrik dan lainnya harus dibayar setiap bulannya. Jika sampai akhir bulan ini BOS belum turun juga, pihaknya akan sangat kesulitan untuk memikirkan operasional di bulan Juni.

“Sejauh ini saya pakai dana sendiri. Tapi kwn ada batas kemampuan. Jadi terpaksa juga minjam ke sana kemari. Penjaminnya, nanti ketika BOS turun maka pinjaman itu baru akan dibayar,” kata dia lagi.

Ditanya apa penyebab dana BOS hingga saat ini belum cair, Ngatari mengatakan, ada beberapa persyaratan yang belum dan harus dilengkapi diantaranya, Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). “Kalo surat pertanggungjawaban dana BOS 2018 sudah kita serahkan. Hanya dari Disdikbud minta kita mengumpulkan RKAS dan RKA, “ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala SMPN 3 Rimbo Bujang, Selamet. “Ya, untuk operasional sekolah terpaksa ngutang. Saya rasa semua sekolah di Tebo sama karena dana BOS belum cair,”ujarnya lagi.

Biasanya, kata Selamet, dana BOS triwulan pertama paling lambat masuk ke rekening sekolah pada bulan Maret. “Ini sudah di penghujung triwulan dua, tapi belum cair juga. Informasinya pencairan dana BOS belum ditandatangani oleh pak gubernur, “kata dia. (red)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini