google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Cek Pasar Lelang, Babinsa Serda Wianto: Harga Karet Tak Kunjung Naik

Advertisement

Cek Pasar Lelang, Babinsa Serda Wianto: Harga Karet Tak Kunjung Naik

Jumat, 24 Mei 2019


PORTALTEBO.id – Babinsa Serda Wianto Koramil 416 – 07/Rimbo Bujang Kodim 0416/Bute, menyambangi sekaligus mengecek pasar lelang karet di jalan Maninjau RT 10/03 Desa Pulung Rejo Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo. Jumat (24/5/2019).
Pengecekkan ke pasar lelang karet ini oleh Babinsa Serda Wianto dalam rangka komunikasi sosial (komsos) , sekaligus memonitor harga karet dalam bulan ramadhan 1440 hijrah di pasar lelang karet jalan Maninjau Pulung Rejo.

Babinsa Serda Wianto saat dikonfirmasi menyebutkan, membenarkan dirinya menyambangi pasar lelang karet di jalan Maninjau Pulung Rejo Rimbo Ilir dalam rangka komsos kepada panitia lelang dan petani karet.

“Kita ingatkan kepada petani karet atau masyarakat untik tetap waspada adanya tindak kejahatan, terutama pada saat sekarang ini jelang lebaran idul fitri 1440 hijrah, ” tutur Babinsa Serda Wianto.

Tambah Serda Wianto, menurut biasanya jelang idul fitri pelaku kejahatan terus mengincar mangsanya. Seperti kemungkinan adanya pemcopet, penjambretan, modus penipuan, pencurian, peredaran uang palsu dan tindak kejahatan lainnya.

“Kita ingatkan kepada warga yang bepergian jangan memakai perhiasan menyolok, waspada saat transaksi uang dan memeriksanya untuk antisipasi adanya uang palsu. Laporkan segera kepihak keamanan, bila mengetahui tindak kejatan, ” terang Babinsa.

Semenrara itu, Edi Panitia lelang karet jalan Maninjau Pulung Rejo mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa harga karet di pasar lelang ini masih seperti biasa pada bulan ramadhan 1440 hijrah ini.

“Saat ini di pasar lelang jalan Maninjau harga getah karet kualitas terbaik RP. 9600 per kg, untuk harga getah karet kualitas terendah RP. 8700 per kg. Sebelumya harga getah karet kualitas terbaik Rp. 9500, sedangkan untuk
kualitas terendah RP. 8700,” beber panitia lelang karet Edi. (sp/red)