google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Ini Jumlah Uang Tunai Yang Disita Jaksa di Kantor PNPM Rimbo Bujang

Advertisement

Ini Jumlah Uang Tunai Yang Disita Jaksa di Kantor PNPM Rimbo Bujang

Kamis, 02 Mei 2019


PORTALTEBO.id - Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) menyita sejumlah dokumen dan uang tunai saat mengeledah kantor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Kamis (02/05/2019).

Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Apturedi dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, uang tunai yang disita berjumlah Rp24 juta. “Uang pecahan Rp.100 ribu dan Rp.50 ribu. Totalnya sekitar Rp.24 juta, “kata Efan.

Efan menjelaskan, dari keterangan petugas kantor PNPM Mandiri Perdesaan yang saat ini namanya berubah menjadi kantor Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Rimbo Bujang, uang tersebut adalah hasil kebun karet yang telah disita pihaknya beberapa waktu lalu.

“Keterangan petugas, uang itu hasil kebun karet yang kita sita kemarin. Untuk sementara kita sita bersama dokumen lainnya, “kata Efan lagi.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo yang dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus, Efan Apturedi mengeledah kantor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Kamis (02/05).

Tim yang yang dikawal oleh anggota Polres Tebo ini, tiba di kantor tersebut sekitar pukul 11.30 Wib. Setelah izin dengan pihak kantor PNPM, tim langsung masuk dan mengeledah ruang arsip kantor tersebut. “Nanti dulu konfirmasinya ya, “kata Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Apturedi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Pantauan media ini, tampak beberapa dokumen diamankan oleh tim tersebut. Ketua Unit Pelaksana Kegiatan Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat (UPK PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Sularno mengaku tidak keberatan jika kantor dia yang saat ini telah berganti menjadi kantor Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Rimbo Bujang, digeledah oleh tim Pidsus Kejari Tebo,

Bahkan, kata dia, pihaknya sangat mendukung atas penggeledahan tersebut, “Biar semuanya jelas dan cepat selesai. Jadi tidak ada yang kita tutup-tutupi, bahkan kita persilahkan untuk digeledah, “kata dia.

Ditanya terkait persoalan apa hingga kantornya digeledah oleh tim Pidsus Kejari Tebo, Sularno mengaku tidak tahu, “Saya bsru di sini. Tahun 2014 kemarin bertugas di kantor ini, “ujar dia.

Beberapa jam kemudian, usai penggeledahan Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Apturedi mengatakan, hasil penggeledahan, tim dia menyita sejumlah dokumen dan uang tunai, “Jumlah uangnya belum tahu. Itu masih di hitung, “katanya.

Sedikit dijelaskan Efan bahwa, penggeledahan kantor PNPM ini terkait perlengkapan berkas kasus dugaan korupsi PNPM tahun 2014 lalu. Pada kasus tersebut, ditemukan kerugian negara sekitar Rp700 juta rupiah.

“Uang yang kita sita adalah hasil penjualan kebun tersangka yang bakal digunakan untuk mengembalikan kerugian negara. Untuk sementara uang tersebut kita amankan, “kata dia lagi.

Ditanya berapa orang tersangka pada kasus ini, Efan mengungkapkan, “Ada tiga orang. Yang jelas ketiganya adalah pengurus inti PNPM Tahun 2014 kemarin, “katanya. (red)