google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 LP2LH Sebut Penanganan Sampah Medis Praktek Bidan di Tebo Tidak Sesuai Aturan

Advertisement


LP2LH Sebut Penanganan Sampah Medis Praktek Bidan di Tebo Tidak Sesuai Aturan

Minggu, 26 Mei 2019

Ketua DPD LP2LH Tebo, Hary Irawan (berkaca mata) bersama Ketua DPP LP2LH, Tri Joko 

PORTALTEBO.id - Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) minta kepada seluruh praktek kesehatan di Kabupaten Tebo agar menanggani sampah medis yang dihasilkan sesuai aturan.

Permintaan ini dilakukan karena LP2LH masih menemukan beberapa praktek pelayanan kesehatan baik itu dibawah naungan pemerintah daerah maupun yang mandiri tidak menanggani sampah hasil aktivitas mereka sesuai aturan, khususnya praktek bidan. Padahal kata dia, tata cara pengelolaan sampah medis dari fasilitas kesehatan sudah diatur pada Permen LHK No 56 Tahun 2015.

"Jangan anggap sepele soal sampah medis. Jika penanganannya tidak sesuai aturan bisa dikenakan sanksi penjara dan denda. Itu sudah diatur oleh Undang-undang,"kata Ketua LP2LH Kabupaten Tebo, Hary Irawan, Minggu (26/05/2019).

Selaku organisasi lingkungan yang berperan sebagai pemantau dan penyelamat lingkungan, dalam waktu dekat LP2LH akan melakukan observasi ke lokasi praktek kesehatan sebagai salah satu upaya penyelamatan lingkungan.

Pasalnya, kata dia lagi, ada beberapa pengaduan terkait sampah medis yang dihasilkan oleh praktek bidan, disimpan oleh bidan lebih dari 2x24 jam.

Dijelaskan Wawan sapaan Hary Irawan, ada beberapa jenis sampah medis yang digolongkan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Sesuai aturan, sampah medis ini tidak boleh disimpan oleh penghasil (bidan) lebih dari 2 x 24 jam tanpa ada rekayasa teknologi. "Informasi yang saya dapat, ada bidan yang telah menyimpan sampah medisnya lebih dari 3 bulan,"kata dia.

"Yang parahnya lagi, ada beberapa bidan yang membakar dan menimbun sampah medisnya. Ini sangat menyalahi sekali, karena sesuai aturan sampah medis harus dimusnahkan,"kata Wawan lagi.

Untuk itu, lanjut Wawan, dalam waktu dekat ini timnya akan melakukan observasi dan sosialisasi terkait penanganan limbah B3 (sampah medis), "Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait baik dengan DLH Tebo hingga ke Kepolisian bila dibutuhkan. Tujuannya, segala permasalahan yang ditemukan harus dicarikan solusinya, dan pemerintah daerah harus tanggap juga," ujarnya.

"Jangan kita melakukan tindakan tegas kepada yang memang tidak mengetahui cara penanganannya, dan kita sendiri tidak tahu upaya apa yang harus dilakukan untuk menanganinya,"ujarnya lagi.

"Sederhananya, kalau bisa saya katakan, jangan kita hanya bisa menyalahkan tapi tidak bisa memberi solusi, dan jangan berfikir negatif tentang sosialisasi dan observasi ini kami sebagai lembaga pemantau dan penyelamat lingkungan Hidup (LP2LH) akan memberikan solusi berdasarkan observasi yang kami dapat," tutupnya. (red)