google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Bertahun Menderita Kelainan Mulut, Siswa Kelas 2 SD Butuh Uluran Tangan

Advertisement

Bertahun Menderita Kelainan Mulut, Siswa Kelas 2 SD Butuh Uluran Tangan

Jumat, 14 Juni 2019

Abel Aprilia (8) bocah kelas 2 SD penderita kelainan pada bagian mulut 

TIDAK PUNYA BIAYA UNTUK BEROBAT

PORTALTEBO.id - Siswa kelas 2 salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Muaro Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi, Abel Aprilia (8) sudah bertahun menderita kelainan pada bagian mulutnya.

Pasalnya, penyakit yang diderita anak pertama pasangan Rodi Hartono dan Sofiah itu hingga kini tidak terpantau dengan baik. Sebab, suami istri yang berdomisili di Desa Tambun Arang Kecamatan Muara Tabir ini tidak memiliki biaya untuk konsultasi maupun pengobatan anaknya tersebut.

"Kami tidak punya duit untuk biaya berobat Abel," kata bapak kandung Abel, Rodi Hartono saat disambangi di rumahnya, Selama (11/6).

Sebagai pekerja serabutan, Rodi Hartono berharap anak pertamanya itu bisa diobati hingga sembuh. "Kalau lihat kondisnya Abel, jujur saya sangat sedih. Yang lebih sedih lagi, saya tidak punya biaya untuk mengobatinya. Sementara kondisi bibirnya tambah lama bertambah besar saja," kata dia lagi.

Salah seorang warga sekitar, Fauzan mengatakan bahwa, pada tahun 2017 lalu Abel pernah mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas Desa Pintas Tuo, Kecamatan Muara Tabir -- desa tetangga tempat tinggal Abel. Kemudian, Abel dirujuk ke RSUD Tebo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Abel meski dirujuk ke Palembang. Pihak keluarga menyerah karena harus menyiapkan biaya untuk hidup saat masa perawatan.

"Pihak keluarga (kedua orang tua Abel) tidak bisa membawa anaknya berobat ke Palembang karena tidak punya uang. Untuk biaya berobat memang gratis, tapi orang tuanya tidak punya biaya hidup selama di sana (Palembang). Ya gimana lagi bang, karena orangtua Abel kerja serabutan," kata Fauzan, Rabu (12/6).

Pernyataan Fauzan ini dibenarkan oleh salah satu staf pegawai Puskesmas Pintas Tuo, Heri. Dia mengatakan waktu itu (tahun 2017) Abel berobat ke Puskesmas Pintas Tuo sebagai pasien BPJS Mandiri, "Saya langsung yang mengurus BPJS Abel," kata Heri.

Mengapa BPJS Mandiri, kata Heri, sebelumnya dia telah mencoba mengurus BPJS untuk Abel melalui di Dinas Sosial Kabupaten Tebo. Karena terkendala identitas, pihak Dinas Sosial tidak bisa menanggung BPJS untuk Abel. "Orangtua dan Abel sendiri tidak memiliki identitas kependudukan. Jadi berkas untuk mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial terkendala administrasi," ujarnya.

"Karena kita ingin Abel segera diobati, kita langsung mengurus BPJS Mandiri. Dan ternyata tidak juga efektif karena pihak keluarga juga tidak memiliki biaya untuk menjaga saat Abel menjalani pengobatan," kata Heri.

Abel dan keluarga dikunjungi komunitas yang peduli kesehatan Abel 

KOMUNITAS PEDULI KESEHATAN ABEL

Rodi Hartono dan istrinya Sofiah hanya bisa terdiam dan merasa senang saat perwakilan dari tiga komunitas yakni Forum Komunitas Hijau (FKH) Tebo Kotaku, Club Motor Outsiders dan Bikers Tebo Bersatu dan Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) Kabupaten Tebo berkunjung ke rumahnya di Desa Tambun Arang Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo, Jambi, Rabu (12/6).

Kedatangan perwakilan dari tiga komunitas yang aktif di Kabupaten Tebo ini untuk melihat kondisi anak mereka, Abel Aprilia (8) yang sudah bertahun menderita kelainan pada bagian mulutnya.

"Kedatangan kita ke sini (rumah Abel) atas inisiatif sendiri. Kita ingin membantu Abel agar bisa berobat," kata Ketua Club Motor Outsiders dan Bikers Tebo Bersatu, Oni bersama Ketua LP2LH Kabupaten Tebo Hary Irawan dan Sekretaris FKH Tebo Kotaku, Koko Hadiwana, saat mendatangi kediaman orangtua Abel Aprilia.

Sebelumnya, kata Oni dia bersama rekan-rekan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo. "Alhamdulillah, hasil koordinasi kita dengan Kadinkes Tebo, dr. Riana siap mensupport pengobatan Abel," kata Oni lagi.

Tidak itu saja ujar Oni, dia bersama rekan-rekan juga telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Tebo. Hasil kordinasi, pihak RSUD Tebo langsung membuat skedul pemeriksaan Abel.

"Kasus Abel ini harus ditangani oleh dokter spesialis bedah. Namun pada prinsipnya Ibu Dirut setuju dan segera menjadwalkan pemeriksaan dan pengobatan Abel,"kata Ketua LP2LH Tebo Hary Irawan menjelaskan hasil pertemuan dengan dr Pinasa Haloho mewakili Direktur RSUD Tebo.

Dikatakan Wawan sapaan Hary Irawan, Abel akan diberangkatkan atau dirujuk ke RSUD Tebo pada Kamis ini (13/06). "Nanti Puskesmas Pintas Tuo yang akan memfasilitasi keberangkatan Abel ke RSUD Tebo. Kemungkinan pakai mobil ambulans puskesmas," kata Wawan.

Sementara Sekretaris FKH Tebo Kotaku, Koko Hadiwana mengimbau kepada para dermawan agar bisa mendonasikan bantuan untuk biaya hidup orang tua dan keluarga saat Abel dirawat. "Orang tua Abel tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya merawat anaknya. Ayo, kita sama-sama kita menyisikan rezeki untuk membantu keluarga Abel selama Abel dirawat," kata Koko.

Abel didampingi ibunya saat cek kesehatan di RSUD Tebo, dan kemudian dirujuk ke rumah sakit Siloam Jambi 

ABEL DIRUJUK KE JAMBI

Bocah penderita kelain pada mulut, Abel Aprilia (8) tiba di RSUD Tebo, sekitar pukul 09.00 Wib, Kamis (13/06).

Siswa kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Muaro Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi ini didampingi langsung oleh kedua orang tua Rodi Hartono (bapak) dan Sofiah (ibu) serta petugas Puskesmas Desa Pintas Tuo Kecamatan Muara Tabir.

Tiba di RSUD Tebo, Abel dibawa ke ruang Poli Bedah dan langsung ditanggani oleh dr. Yoke Fajar, Sp.B. "Makasih sudah membantu anak saya berobat. Saya ingin Abel bisa sehat, "kata bapak kandung Abel, Rodi Hartono dikonfirmasi di RSUD Tebo.

Rodi mengatakan bahwa Abll mengalami kelainan pada mulut sejak usia 2 tahun. Namun dia takmampu mengobati anak pertamanya itu karena tidak memiliki biaya. "Kian hari bengkak atau tonjolan di mulut anak saya bertambah besar saja. Jadi bingung dan sedih. Bingung karena tidak punya biaya untuk berobat, sedih karena melihat kondisi bibir anak saya semakin parah,"kata dia lagi.

Ditanya apakah saat ini sudah memiliki biaya untuk pengobatan Abel, Rodi mengatakan, "Belum ada. Ini dibantu oleh komunitas yang peduli dengan anak saya. Jujur, sampai sekarang saya masih bingung bagaimana kedepannya nanti. Soalnya saya memang tidak punya uang, "katanya dengan sedih.


Pengurus LP2LH dan Club Motor Outsiders dan Bikers Tebo Bersatu saat mengurus rujukan Abel di rumah sakit Siloam Jambi

Ketua Dewan Pengurus Daerah Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (DPD LP2LH) Kabupaten Tebo, Hary Irawan salah seorang perwakilan komunitas yang peduli dengan kesehatan Abel Aprilia mengatakan bahwa kesehatan Abel telah diperiksa oleh dokter spesialis penyakit bedah. "Keterangan dari dokter yang menanggani Abel, Abdl diperkirakan mengidap penyakit tumor pada bagian saluran darah,"kata dia.

Masih menurut keterangan dokter, kata Wawan, tumor yang diderita Abel sudah cukup parah dan sudah menjalar pada bagian rahang. "Karena keterbatasan rumah sakit, Abel terpaksa dirujuk ke Jambi. Malam ini juga kita berangkat ke Jambi untuk mengantar Abel, "kata Wawan lagi.

Untuk membantu meringankan derita Abel, Wawan mengajak para darmawan untuk berdonasi. "Untuk biaya pengobatan kemungkinan gratis karena Abel pasien BPJS, namun orangtua butuh biaya selama mejaga Abel di Jambi. Orangtua Abel hanya pekeja serabutan dan tidak punya uang untuk biaya menjaga Abel selama berobat di Jambi, "kata Wawan. (red)