google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Kades Pemayongan Diduga Dalang Pembunuhan Berencana, Pelaku Dibayar 15 Juta Rupiah

Advertisement

Kades Pemayongan Diduga Dalang Pembunuhan Berencana, Pelaku Dibayar 15 Juta Rupiah

Senin, 03 Juni 2019


PORTALTEBO.ID - Masih ingat kasus pembunuhan sadis yang terjadi dibelakang gudang kosong di Desa Pemayongan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo? Pembunuhan sadis yang menewaskan Hendra bin Taher alias Engga (30) warga Desa Pemayungan, Sumay Tebo ini ternyata didalangi oleh Kepala Desa Pemayungan yakni Syaharudin.

Hal ini terungkap setelah Tim Sultan Polres Tebo dibawah pimpinan Kasat Reskrim, AKP Hendra berhasil membekuk eksekutor pembunuhan yakni Dedi Sihimbing (42) warga Sunateta Utara (Sumut). Dari mulut Dedi diketahui kalau pembunuhan tersebut dilakukan atas permintaan Syaharuddin Kepala Desa Pemayungan. Sumay, Tebo. Dedi sebagai pembunuh bayaran dibayar sebesar Rp 15 Juta untuk menghabisi nyawa Hendra alias Engga.

“Dari keterangan pelaku Dedi disebutkan otak atau dalang pembunuhan terhadap Hendra alias Engga adalah Syaharuddin yang tidak lain adalah Kepala Desa Pemayungan, Sumay,”tegas Kasat Reskrim AKP Hendra.

Kasat Reskrim menambahkan, Syaharuddin menyewa Dedi pembunuh bayaran dikenalkan oleh Wayan Budiane alias Budi. Dari kesepakatan, Dedi meminta bayaran sebesar Rp 15 Juta untuk menghabisi nyawa Hendra.

“Dedi adalah eksekutor ,sementara Wayan Budiane adalah penghubung antara Dedi dengan Syaharuddin otak pembunuhan. Kini ketiganya sudah kita tahan di Sel Mapolres Tebo,”tutur Kasat pada awak media.

Keterangan dari Syaharuddin, niat pembunuhan ini dikarena rasa cemburu terhadap Hendra. Syaharuddin cemburu lantaran Hendra sangat dekat dengan istrinya.

“Untuk saat ini, pembunuhan dilatar belakanfi rasa cemburu. Istri Kades terlalu dekat dengan korban Hendra. Merasa tidak senang, Kades menyewa Dedi untuk menghabisi nyawa Hendra,”pungkas Kasat Reskrim yang terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Ketiga terduga pelaku pembunuhan yakni Dedi Sihombing, Syaharuddin dan Wayan Budiane akan dikenakan Pasal 340 KUHPidana Sub Pasal 338 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (red)