google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Penanganan Limbah Medis Puskesmas Rimbo Bujang Diduga Salahi Aturan

Advertisement

Penanganan Limbah Medis Puskesmas Rimbo Bujang Diduga Salahi Aturan

Sabtu, 29 Juni 2019



LP2LH Bakal Surati Dinkes Tebo 

PORTALTEBO.id - Penanganan limbah medis yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo diduga menyalahi aturan. Ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH) Kabupaten Tebo, Hary Irawan, Sabtu (29/06/2019).

Kepada PORTALTEBO.id, pria berkaca mata yang akrab disapa Wawan ini mengatakan bahwa, beberapa hari yang lalu dirinya bersama tim melakukan observasi dan investigasi ke Puskesmas tersebut. 

Hasilnya kata dia, secara administrasi Puskesmas tersebut telah Memiliki Dokumen Lingkungan/ UKL UPL yang di terbitkan tahun 2018, tetapi saat menanyakan dokumen tersebut pihak puskesmas menerangkan bahwa Dokumen UKL UPL tersebut di pegang oleh Pihak Dinas Kesehatan.

Kemudian, dalam hal pengumpulan limbah medis yang dihasilkan, pihak Puskesmas menempatkan sementara di dalam gudang Insinerator berukuran 2,5 x 2,5 M2.

Insenerator yang dimiliki oleh Puskesmas dari tahun 2008 tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak dapat dipergunakan dan tidak memiliki izin pembakaran serta dokumen sertifikasi uji mutu insenerator.

Dalam penanganan limbah medis, pihak Puskesmas bekerja sama dengan pihak ketiga, namun mekanisme penjemputan oleh rekanan per 3 bulan sekali.

Pihak ketiga hanya memberikan manifest pengangkutan, namun selama ini tidak pernah memberikan sertifikat pemusnah sebagai bukti bahwa limbah medis yang telah diangkut tersebut benar-benar telah dimusnahkan.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Puskesmas dalam hal ini khususnya Pimpinan Puskesmas telah mengetahui adanya regulasi tata cara penanganan dan pengelolaan limbah, tetapi tidak menjalankannya sesuai peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Puskesmas Rimbo Bujang telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun tidak berfungsi dikarenakan apabila debit air kurang mesin tidak berfungsi dengan baik serta tidak ada bak kontrol.

Berdasarkan hasil observasi dan investigasi tersebut, dalam waktu dekat ini Hary akan menyurati Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo. Surat tersebut akan ditembuskan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Menteri Kesehatan RI, Kejagung RI, kejari Tebo, Dinas LH Tebo, DPP LP2LH serta media cetak dan elektronik. 

"Intinya kita ingin penanganan sampah medis susuai aturan, karena iti sangat berbahaya dan berdampak pada pencemaran lingkungan, "kata Wawan. (red)