google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Dampak Hasil Poling, Sesama Warga Desa Tambun Arang Nyaris Bentrok

Advertisement


Dampak Hasil Poling, Sesama Warga Desa Tambun Arang Nyaris Bentrok

Jumat, 30 Agustus 2019


PORTALTEBO.id - Sesama warga Desa Tambun Arang Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo, nyaris bentrok, Jumat (30/08/2019), yaitu antara warga yang menolak pemecatan Mardiana sebagai Kapala Desa (Kades) Tambun Arang dengan warga yang menuntut Kades tersebut dipecat. 

Informasi yang dirangkum PORTALTEBO.id, insiden ini berawal dari sejumlah warga mendatangi kantor Camat Sumay untuk menanyakan kejelasan soal hasil poling yang dilaksanakan Camat beberapa waktu lalu. 

Warga ini menduga poling terkait jabatan Kades di desa mereka tersebut serat ketimpangan. Pasalnya, banyak dari perwakilan warga yang tidak diundang untuk mengikuti poling diantaranya 9 Ketua RT se Desa Tambun Arang, Kepala dusun dan lain sebagainya. 

Puncak kemarahan warga ini disaat mereka mendapat informasi bahwa Bupati Tebo telah menerbitkan SK pemecatan Mardiana sebagai Kades Tambun Arang. Warga pun beramai-ramai menyegel kantor desa mereka sebagai bentuk penolakan atas SK pemecatan tersebut. 

Namun aksi penyegelan kantor desa ini mendapat penolakan dari warga yang kontra dengan Mardiana. "Siang tadi disegelnya, dan siang siang juga hampir ribut. Untung saja ada yang mererai, "kata salah seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan. 

Insiden siang itu tenryata terus berlanjut. Malam selepas waktu Magrib, warga pro dengan Mardiana berkumpul. Begitu juga dengan warga yang kontra dengan Mardiana. "Malam ini hampir ribut lagi. Lebih panas dari siang tadi. Ada beberapa warga yang membawa senjata tajam. Untung masih bisa direrai, "kata warga ini lagi. 

Terkait insiden ini, Mardiana dikonfirmasi PORTALTEBO.id membenarkan jika sesama warga Desa Tambun Arang nyaris bentrok. Dia juga membenarkan jika bentrok warga ini diduga karena mereka menolak hasil poling yang dilakukan oleh Camat Sumay terkait status jabatan dia sebagai Kades Tambun Arang. 

"Sebenarnya warga yang pro sama saya itu sudah lama gerah dengan pegerakan mereka (warga kontra). Cema selama ini saya tahan-tahan. Sekarang mereka tidak bisa lagi saya bandung saat mereka mendengar kalau saya sudah dipecat, "kata Mardiana. 

"Untung saja tadi pihak kepolisian cepat bertindak, kalau tidak mungkin bakal ada korban, "kata Mardiana lagi. 

Agar warga tidak bergejolak, Mardiana berharap kepada Pemkab Tebo untuk mengklarifikasi terkait isu pemecatan dirinya dari jabatan Kades. "Jika SK pemecatan saya itu sudah diterbitkan, saya berharap agar dikaji ulang. Saya sedih kalau warga saya ribut seperi ini, namum saya labih sedih lagi kalau ada ketimpangan dan ketidak adilan yang diterima oleh warga saya. Untuk itu saya minta agar bapak bupati bisa bijak, "kata dia. (red)