-->

Menu Bawah

Iklan

FKH Tebo Kotaku Dirikan Perusahaan Limbah Daerah

29/08/19, 23:26 WIB Last Updated 2019-08-29T16:27:11Z
masukkan script iklan disini
Izin Lingkungan dan Izin Berusaha PT. EHTS. 

PORTALTEBO.id || Forum Komunitas Hijau (FKH) Tebo Kotaku melakukan gebrakan dengan mendirikan perusahaan limbah daerah. Badan usaha yang didirikan oleh FKH Tebo Kotaku ini di beri Nama PT Elang Hijau Tebo Sejahtera (EHTS).

Perusahaan ini merupakan gagasan yang dimotivasi oleh beberapa FKH Regional Sumatera yaitu FKH Bengkulu untuk area Bengkulu Dan FKH Tebo untuk area Jambi.

Koordinator FKH Tebo Kotaku, Robi Harja mengatakan, perusahaan limbah daerah ini didirikan untuk membuktikan bahwa Komunitas itu harus lebih jeli dalam melihat peluang berusaha agar dapat menghidupi komunitas dan anggotanya. 

"Dengan adanya badan usaha yang dimiliki komunitas kegiatan komunitas dapat dijalankan tanpa harus membebani pihak manapun," ucap Robi saat ditemui sedang memantau perkembangan pembangunan RTH mini di Sekretariat FKH Tebo Kotaku.

Salah seorang karyawan perusahaan FKH Tebo Kotaku memperagakan penanganan libah. dok. PT EHTS. 

Dia berkata, badan usaha yang didirikan oleh FKH Tebo ini bergerak di bidang pengumpulan limbah, "Alhamdulillah di bulan ini perizinan kita sudah di verifikasi oleh pihak Kementerian DPMTSP melalui sistem OSS," terang Pria yang menyukai olahraga taekwondo ini.

Karena telah terverifikasi, kata dia, proses panjang perizinan yang ditempuh dan dijalankan oleh FKH Tebo untuk mendapatkan legal dokumen agar terwujud. "Kami berterima kasih kepada pihak yang ikut membantu proses ini, baik dari pihak swasta dan pihak pemerintah Kabupaten Tebo hingga Kementerian di pusat yang memberikan kesempatan dan peluang berusaha bagi kami" kata Bg Robi sapaan akrab koordinator FKH Tebo.

Koordinator FKH Tebo Kotaku, Robi Harja diskusi bersama pihak swasta dan lembaga lingkungan. dok. FKH Tebo Kotaku. 

Saat ini lanjut dia, FKH Tebo Kotaku membuka lapangan kerja secara mandiri dimulai dari anggota internal FKH. 

Dengan berlaku efektifnya Izin Usaha dan terbitnya izin lingkungan pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Badan Usaha FKH Tebo bekerja sama dengan perusahaan transportir skala nasional dan perusahaan pengolah limbah yang terverifikasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar pengelolaan dan rangkaian penanganan limbah yang dilakukan sesuai dengan regulasi.

"Kami optimis ke depan FKH Tebo dapat mandiri secara utuh agar dapat melakukan pemanfaatan limbah di kabupaten Tebo sendiri, itu didasari karena beberapa perusahaan swasta sudah melirik dan siap membantu kami untuk melanjutkan izin ke tingkat nasional hingga ke pengolahan akhir limbah,*kata Robi.



Kedepannya Robi berharap badan usaha ini dapat berkembang untuk menjadi pengolah limbah di daerah. "Harapan ini bertujuan untuk memangkas cost biaya jasa yang sangat signifikan bila dapat dilakukan di daerah Tebo sendiri. Selain itu juga multiplayer effect berupa serapan tenaga kerja bisa hingga ratusan,"sambung Faisal selaku divisi operasional menyakinkan dengan semangat.

Di lain tempat, Koko Hadiwana selaku sekretaris FKH Tebo mengatakan badan usaha yang memiliki potensi kedepannya sebagai pemanfaat limbah dan pengolah limbah diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah (Pemkab) dalam  menghemat anggaran di sektor penanganan limbah yang saat ini cukup mahal. Cost yang mahal ini menurut dia, terjadi karena untuk penanganan limbah masih melibatkan tiga perusahaan dengan rangkaian izin yang alot dan harus memiliki keutamaan khusus serta fungsi dan peran dalam rangkaian pengelolaan limbah, "Mudah-mudahan harapan ini bisa terwujud, "tutupnya. |™|


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini