google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Minta Keadilan, Postingan Akun Mbah Dul Mengaku Korban SMB di Bully Warganet

Advertisement

Minta Keadilan, Postingan Akun Mbah Dul Mengaku Korban SMB di Bully Warganet

Senin, 12 Agustus 2019


PORTALTEBO.id - Salah seorang warga yang mengaku korban dari kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) minta keadilan kepada pemerintah dan aparat hukum setempat. 

Permintaan ini disampaikan melalui media sosial ke group facebook Suara Rakyat Batanghari (SRB) oleh akun dengan username Mbah Dul, Minggu (11/08/2019) kemarin. 

"Kami mohon pengertian dr pemerintah' yang kurang adil dari pemerintah,apakah oknum aparat ,kami warga SMB ,tp tidak ikut bersalah,kami sebagai kurban,ibarat belum ikut makan nangka to ikut kena getah nya,kami ingin bercocok tanam,gak ada yg lain,mau masuk lokasi gak boleh,tapi ada pihak lain yang mudah masuk bahkan mengambil semua barang 2nd kami di pondok bahkan motor dan alat2 kami di ambil,sampai2 pondok kami di bakar,padahal kami dah gak punya tempat tinggal lagi,surat2 penting pun dah ikut kebakar,kami hanya bisa berharap sama pemerintah,mohon ke Adilan nya," tulis akun Mbah Dul yang diposting ke group facebook SRB. 

Ada 2 foto yang disertai pada phostingan tersebut. Foto pertama tampak pondok darurat beratap terpal berwarna biru. Foto kedua tampak sisa kayu dan abu diduga sisa pembakaran.

Phostingan tersebut langsung di-bully oleg warganet yang tergabung dalam group facebook tersebut. "Salah dwek banyak ulah. 
Seberapo banyak kerugian perusahaan d banding kerugian kamu. 
Seberapo jauh ketakutan rakyat setempat karna ulah anarkis kamu. 
Siapo yg suruh kamu gabung SMB yg jlas bukan asli penduduk setempat. 

Dr WKS be. Kamu kali siko batang Rp. 50.000 saja. Satu haktar jarak tanam standar 3x2.5= 1333 batang/haktar.kamu kalikan brapo haktar tanaman wks (ecaliptus)  yg kamu tumbang...??? 
Apo perlu kamu harus meminta keadilan..?? 
Saat sawit penduduk setempat kamu paling, apo ado kamu raso bersalah...??,"komentar akun berunserneme Ncik Prisal Herpani Hermansyah. 

"Ncik Prisal Herpani Hermansyah ini kelompok SMB yang keroyok aparat TNI kemarin ya?,"tulis akun Izy Putra mengomentari komentar akun Ncik Prisal Herpani Hermansyah.

"Izy Putra yo kando. Kok dg gagah brani ny baru nak mucul d sosmed dg postingan minta keadilan. 
Apo mngkn baru keluar dr kamar tidur mngkn baru ad suaro ny,"jawab akun Ncik Prisal Herpani Hermansyah.

"Musti istiqfar!! Salah dan Benar! Bukan Hak kita yang menilainya. Tapi hak prerogatif orang lain yang menilai!!. Ambil hikmahnya kalo salah cepat tobat. Dan pengalaman ini  membuat diri mu menjadi Benar!!!,"tulis akun Zoel Karnain. 

"Zoel Karnain maslah ny mmbg sudah salah sendiri mereka it akhi. Kalau saja tdk gerak cepat para TNI dan POLRi bisa jadi makin besar maslah d lahan yg mau mereka kuasa i. 
Jadi sekarang itlah resiko danpelajran buat mereka yg sudah termasuk dlm perkumpulan kriminal. Memecahkan kaca mobil orang, memukul penduduk setempat. Mencuri buah sawit penduduk setempat d kebun ny dan yg paling jelas membuat perusahaan WKS rugi besar ulah SMB,"jawab akun Ncik Prisal Herpani Hermansyah.

"Ncik Prisal Herpani Hermansyah. Iyo. Bukan saja terhadap Perusahaan. Kejadian Dengan warga sekitar nya  sengkati sudah berani anarkis terhadap anggota TNI. Jujur saja Saya malu!! Dan Geram!!,"jawab akun Zoel Karnain.

Akun dengan username Layank Kumitir menulis, "Yg unggah status orng kya tu pnya mobil tp kq ngkunya ngk pnya apa2 y tr dkutuk mskin bneran bru tw rsa ,,,," dsn dijawab oleh akun Teh Yhanti, "Layank Kumitir prkataan adlh doa, smga qt brhti2 dlm berucap😊"

"Kemaren gak mau nurut peraturan pemerintah...sekarang minta tlg sama pemerintah..macam mano iko lor,"tulis akun Sujud Jr. 

"Wak wak kami mudo ne biso nilai wak tu . Apolagi aparat. Balik kampungla wak pokus beribada mumpung tuhan masi syng samo wak,"tulis akun Muldani Mld dan diikuti oleh warganet lainnya.

Diketahui, puluhan pengurus dan anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) saat diamankan di Mako Polda Jambi. Mereka diduga pelaku penyerangan anggota TNI dan Polri saat melaksanakan patroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Distrik VIII PT WKS. Hasil pemeriksaan sementara, pengurus dan anggota SMB di bawah pimpinan Muslim ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (red)