google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Program Penangan LB3 FKH Tebo Kotaku Dilirik PT. Pokusindo

Advertisement

Program Penangan LB3 FKH Tebo Kotaku Dilirik PT. Pokusindo

Minggu, 04 Agustus 2019



PORTALTEBO.id - Diam-diam, tenryata program yang baru dimulai oleh Forum Komunitas Hijau (FKH) Tebo Kotaku Kabupaten Tebo terkait penanggan Limbah Berbahaya dan Beracun (LB3), dipantau oleh Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH).

Program tersebut dinilai LP2LH adalah solusi terbaik untuk mengatasi persoalan penangganan LB3 di daerah luar pulau Jawa, terutama pada kegiatan yang menghasilkan limbah berbahaya di Provinsi Jambi yang selalu menjadi sorotan publik.

Agar program rintisan FKH Tebo Kotaku itu bisa di terapkan di Jambi, LP2LH memberikan ruang dan waktu kepada FKHTebo Kotaku untuk sharing progam dengan PT. Pokusindo di Jakarta, Sabtu (03/08/2019).


Pada pertemuan khusus tersebut, FKH Tebo Kotaku membeberkan hasil observasi yang mereka lakukan selama ini terhadap fasilitas penghasil LB3 di Jambi. Tidak itu saja, FKH Tebo Kotaku juga menjelaskan secara rinci cara dan strategi penanganan LB3 yang telah mereka jalani beberapa waktu ini.

Dari penjelasan hasil observasi dan cara atau strategi penanganan LB3 yang dibeberkan oleh FKH, PT. Pokusindo menyatakan siap mensupport penuh kegiatan FKH Tebo Kotaku dalam hal penanganan LB3 di wilayah Jambi.

Mewakili PT. Pokusindo, Polda Simbolon dan Nelson Siagian selaku pemerhati lingkungan yang juga pelaku usaha di bidang pengolahan limbah di Bekasi Jawa Barat,


"Pada prinsipnya saya secara pribadi 100% akan support penuh terkait program yang dibawa rekan-rekan dari Jambi. Sebab program ini bukan hanya mementingkan provit oriented saja, namun didasari dengan kearifan local. Kami sangat serius menanggapi ini dan kami optimis dengan data dan kegiatan yang telah dilakukan oleh rekan-rekan dari Jambi sangat positif,kata Nelson Siagian sebagai Pelaku usaha Pengolah Limbah di Bekasi usai mendengarkan beberan program dari FKH Tebo Kotaku.

Keseriusan dibuktikan dengan PT. Pokusindo langsung membuat L.O.I (Legal Opinion Index) untuk FKH Tebo Kotaku dengan tujuan percepatan kebutuhan program tersebut.

"Saya berharap program ini cepat ditindak lanjuti. Terkait apa saja yang dibutuhkan oleh FKH akan kita push, baik itu kebutuhan pengadaan kendaraan, verifikasi perizinan hingga percepatan progres operasi di lapangan,” kata Nelson Siagan.

Ketua DPP LP2LH, Tri Joko mengatakan, sebagai organisasi lingkungan dia sangat peduli dan turut berperan serta dalam penanganan limbah di wialyah Jambi. “Meski sudah ada L.O.I, LP2LH sebagai organisasi lingkungan tetap akan berlaku independen. LP2LH akan terus memantau perkembangannya walapun kami yang membawa program ini. Tujuannya, kami ingin kegiatan yang telah dilakukan oleh rekan-rekan sesuai dengan regulasi yang ada," kata Joko.

Terpisah, Koordinator FKH Tebo Kotaku, Robi Harja mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada FKH Tebo Kotaku. Apalagi kata dia, program penanganan LB3 yang telah dirancang oleh FKH direspon dengan baik oleh pihak rekanan, “Ini sangat luar biasa. Bahkan kami langsung buat L.O.I yang mana ini merupakan dasar tindak lanjut kesepakatan kerjasama yang akan di buat oleh Badan Usaha FKH Tebo Kotaku dengan pihak rekanan,” kata dia.

Robi berharap kedepannya Kabupaten Tebo menjadi trend dan pusat pengolahan limbah di regional Jambi. Bahkan menurut dia, tidak tertutup kemungkinan area Sumatera dengan Legal Standing tingkat Nasional mampu menyerap tenaga kerja yang banyak,”Tentunya dengan memberdayakan sumber daya manusia dari komunitas dan berbasis lingkungan,” kata. (red)