-->

Menu Bawah

Iklan

Warga Temukan Tulang Belulang di Dalam Perut Buaya

11/08/19, 12:35 WIB Last Updated 2019-08-12T05:36:18Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Warga Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, membunuh seekor buaya yang selama ini meresahkan karena sering memangsa mereka. 

Hewan melata dan ganas sepanjang 6 meter tersebut, ditangkap dan dibunuh di Dusun Dusun Pulau Puro Desa Lubuk Benteng Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo pada Sabtu (10/8/2019) kemarin.

Saat diperiksa, dalam isi perut buaya itu ditemukan tulang belulang yang belum diketahui apakah itu tulang manusia atau binatang.

Setelah dibunuh, warga beramai-ramai menguburkan buaya tersebut di tepian sungai Batanghari di desa itu. 

Proses penguburan buaya ini disaksikan langsung oleh pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Provinsi Jambi, Kades Lubuk Benteng, Anggota Polsek Tebo Ulu dan masyarakat sekitar, Minggu (11/8/2019) kemarin.

Kades Lubuk Benteng M, Yusuf saat dikonfirmasih membenarkan jika dalam beberapa minggu ini buaya tersebut sering muncul di di sungai Batanghari dan sempat membahayakan warga sekitar.

"Kemarin saat warga kita hendak mandi di jamban, hampir saja dimangsa buaya itu. Untung saja warga itu dapat menyelamatkan diri," kata M. Yusuf, Senin (12/08).

Mendengar kejadian itu kata Kades, warga beramai-ramai mengintai buaya tersebut dsn akhirnya warga berhasil menangkap hewan melata itu. 

"Setelah dilihat dalam isi perut buaya itu ditemukan tulang belulang, plastik asoi, dan jala. kalau soal tulang itu kita juga tidak tahu apakah tulang manusia atau tulang binatang, " katanya. 

Sementara Tim BKSDA Propinsi Jambi, Hefa Edison yang juga Kepala Resot Wilayah Tebo menyayangkan dengan kejadian tersebut. Dia menjelaskan buaya tersebut berjenis Senyulong yang berukuran 6 meter dan diperkirakan berusia 30 tahun. "Ini salah satu binatang dilindungi tidak boleh bunuh," kata dia. 

Dengan peristiwa tersebut kata dia, dalam waktu dekat ini pihak BKSDA Propinsi Jambi akan melakukan sosialisasi dan akan memasang himbauan di tempat lintasan-lintasan satwa liar yang ada di Kabupaten Tebo.

Kapolsek Tebo Ulu, IPTU. Iswah Yudi saat dikonfirmasi membenarkan ada warga menangkap seekor buaya ganas di sungai Batanghari. “Menurut informasi dari warga, sudah lima orang yang meninggal dunia karena dimangsa buaya ganas itu. Sejak muncul buaya tersebut aktivitas warga di sungai menjadi resah karena sebagian warga ingin mencari rezeki di sungai itu,” katanya.

Selain itu kata Kapolsek, sebagain besar warga memanfaatkan air sungai batanghari untuk kebutuhan sahari -hari. Bahkan sebagian warga mandi dan mencuci di sungai. “Setelah berhasil ditangkap, warga langsung membunuh buaya ganas itu. Belum tahu pasti dibunuh dengan apa, karena masih kita selidiki,"katanya. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini