google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Diduga, Selain Dicekik Dan Dipukuli, Korban Juga di Ancam Dibunuh Pakai Egrek

Advertisement


Diduga, Selain Dicekik Dan Dipukuli, Korban Juga di Ancam Dibunuh Pakai Egrek

Minggu, 01 September 2019

Diduga, Selain Dicekik Dan Dipukuli, Korban Juga di Ancam Dibunuh Pakai Egrek


PORTALTEBO.id - Dua orang pengurus Koperasi Olak Gedong Malako Intan (OGMI) yang nota bene adalah masing- masing Ketua Pemuda dua dusun dalam Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yang menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh anak buah Amin Lok (Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Bungo Tebo Terpilih, red). Aksi tersebut terjadi pada senin, 05 Agustus 2019 di areal perkebunan sawit bersertifikat HGU atas nama Koperasi OGMI, tepatnya di block C10 afdelling 1.

Sebelum terjadi pengeroyokan pada siang naas tersebut, saksi RD bersama dua orang korban yakni TR dan RZ mendatangi lokasi untuk memanggil wisnu, salah seorang warga yang diketahui sebagai anak buah Amin Lok yang mengkoordinir kegiatan mancah (babat semak) yang sudah dilakukan sejak bulan juli lalu.

" Menyampaikan pesan korlap Koperasi, kami memanggil wisnu agar datang ke base camp koperasi, tujuannya untuk mempertanyakan kenapa wisnu cs melarang pemanen dari Koperasi untuk manen dilokasi pada hari tersebut, sedangkan itu adalah lokasi kebun Koperasi," ujar RD, salah seorang saksi kepada wartawan RI, sabtu (31/08).

Namun, lanjutnya, baru saja memarkirkan motor di lokasi, 3 orang dari belasan orang yang ada dilokasi langsung menyambut kedatangan kami bertiga dengan mencekik dan memukul. Korban pertama yang di cekik dan dipukul adalah TR oleh pelaku yang belakangan diketahui bernama Edi.

Selanjutnya, kemudian Edi juga mencekik dan memukuli RZ berulang kali tepatnya dibagian wajah dan kepala. Kemudian disusul oleh rekan Edi yang belakangan diketahui bernama Rustam yang juga berulang kali memukuli RZ.

"Begitu juga dengan rekan Edi yang lain, yang terakhir diketahui bernama Irul, Irul bukan hanya memukuli RZ berulang kali, tapi juga mencoba melukai RZ dengan menggunakan egrek (Alat panen, red)  sambil berteriak mengatakan ingin membunuh korban, ketika Irul mengambil egrek itulah, RZ lari menyelamatkan diri, begitu juga saya dan TR," beber RD.

Tapi, katanya lagi, sebelum menyalakan motor untuk  menyelamatkan diri, saya sempat mendengar, salah satu pelaku berteriak untuk meminta rekannya yang lain untuk menelpon Amin Lok, "Telpon Amin Lok, telpon Amin Lok".

" Saya memang tidak kena pukul, karena posisi saya dibelakang TR dan RZ. Dari lokasi, kami bertiga langsung ke Polsek Tebo Ilir untuk melaporkan kejadian tersebut," tambah RD.

Menurutnya, saat ini RZ, bukan saja masih trauma, tapi juga masih merasakan sakit dibagian telinga dan dahi, bagian kepala pada umumnya, mungkin akibat pukulan bertubi- tubi pada hari kejadian.

Terkait hal ini, Kapolsek Tebo Ilir, IPTU Fernando Gultom, SH saat dikonfirmasi berharap semua pihak untuk sabar menunggu hasil proses penyelidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

"Saya berharap semua pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak Kepolisian," tandasnya. (red)