google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Kelainan Seks, Oknum Guru di Muara Tabir Berulang Kali Mencabuli Murid Prianya

Advertisement

Kelainan Seks, Oknum Guru di Muara Tabir Berulang Kali Mencabuli Murid Prianya

Selasa, 17 September 2019


PORTALTEBO.id - Dunia pendidikan sangat tercoreng oleh ulah salah seorang oknum guru honorer di salah satu SMP di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Pasalnya, oknum guru honorer tersebut berulang kali memaksa sejumlah murid prianya untuk melakukan hubungan seks penyimpangan.

Aksi bejat oknum guru yang diduga memiliki perilaku menyimpang dan suka sesama jenis alias LGBT itu terungkap setelah orang tua korban melapor ke polisi. 

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan mengatakan oknum guru tersebut berinisial FR (38) warga Desa Bangun Seranten Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo. 

Didampingi Kanit PPA Polres Tebo, Ridho menjelaskan jika pelaku berhasil mencabuli dua orang korbannya yang tidak lain adalah muridnya. Modus pelaku yakni menyuruh kedua korban datang ke rumah dia guna membicarakan kegiatan Pramuka.

Sampai di rumah pelaku, korban langsung diajak masuk ke dalam kamar. Pelaku langsung membuka celana kedua korban dan menghisap (oral) kemaluan korban secara bergantian.

Kemudian pelaku mengoleskan cairan hanbody di kemaluan korban dan menyuruh kedua korban untuk memasukkan kemaluan korban kedalam lubang anus pelaku secara bergantian.

"Dalam melakukan perbuatan cabul, pelaku menjanjikan akan memberikan nilai yang bagus apabila korban mau menuruti kemauan pelaku," kata Kasat.

Kasat juga menerangkan jika kedua korban sudah 7 kali dicabuli oleh pelaku. Akibat perbuatan pelaku, kedua korban mengalami trauma serta menahan malu terhadap teman-temannya.

"Dari pengakuan korban, ada 15 orang menjadi korban yang sama. Korban mau menuruti kemauan pelaku karena pelaku menjanjikan akan diberikan nilai yang bagus," jelas kasat lagi.

Kasat menerangkan jika aksi pelaku ini sudah berlangsung sejak tahun 2012 lalu hingga 2019. "Selama 7 tahun tersebut terhitung ada 23 orang anak laki-laki menjadi korban pencabulan. Bahkan, para korban ada yang sudah bersekolah SMP, SMA dan ada juga yang sudah kuliah,"ujarnya.

Saat ini kata dia, Polres Tebo bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberyaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk memberikan bimbingan konsling untuk pemulihan psikologi korban. 

"Atas perbuatannya, pelaku dikenakan dua pasal yaitu Pasal 82 Ayat 1 dan 2 dengan ancaman 20 tahun penjara,"kata dia. (red)