-->

Menu Bawah

Iklan

Mengapa Kita Harus Hirup Asap Dari Karhutla Tiap Tahun Tanpa Ada Tindak Lanjut Yang Jelas?

19/09/19, 11:37 WIB Last Updated 2019-09-19T04:37:32Z
masukkan script iklan disini

NEGARA kita merupakan negara agraris yang sangat cocok untuk melakukan kegiatan dibidang pertanian, juga membuka sektor perkebunan yang bersekala besar demi memasukan devisa negara yang katanya demi mensejahterakan rakyat. 

Hutanpun banyak yang dibuka secaara membabi buta tanpa ada konsep yang jelas demi kelestarian hutan itu sendiri. Dan dari disinilah awal petaka kabut asap dimulai. 

Sudah satu dekade di Indonesia khusunya Sumatera dan Kalimantan merupakan penghasil asap dari kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada  terganggunya kesehatan manusia dengan penyakit ISPAnya hingga mengekspor asap kenegara tetangga Malaysia dan Singapura. 

Heranya, sepertinya negara tetangga tidak terlalu menyatakan komplainya ke Indonesia, Karna pernah pemerintah Malaysia menyatakan komplain ke Indonesia sekali dan setelah mendapat penjelasan dari pemerintah kita mereka diam, karna ternyata  pemilik perusahaan perkebukan yang melakukan pembakaran itu adalah milik warga mereka (Malaysia ataupun Singapura).

Dan dari drama ini sangat menguntungkan pihak korporasi dan berakhir dengan kasuspun seperti di "peti eskan" dan sudah menjadi rahasia umum kalau terjadi kebakaran hutan dan lahan selalu yang di tangkap aparat keamanan adalah "orang kecil" agar ada "target" kerja pihak keamanan itu sendiri tercapai.

Sementara kalau korporasi yang melakukan pembakaran hutan dan lahan sepertinya pihak keamanan menutup mata.

Ironis memang demi memasukan investor asing masuk ke Indonesia yang katanya bisa memberi nilai lebih bagi masyarakat sekitar hutan, kearifan lokal pun terkubur dalam - dalam, dan lebih jauh lagi dengan dibuatnya pengalihan isu demi kepentingan korporasi sangat jelasnya keberfihakan pemerintah kepada korporasi ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi.

Korporasi sepertinya di "anak emaskan" dibanding masyarakat miskin yang membuka lahan hanya untuk kebutuhan mereka dan keluarganya, tapi mereka  selalu menjadi kambing hitam ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Seharusnya penegakan hukum itu benar benar dilaksanakan tampa ada kepentingan ataupun tekanan, karena efek dari kebakaran hutan dan lahan itu sendiri sangat merugikan jutaan orang.

Ayolah jangan lagi saling melempar bola karena masalah ini sesungguhnya HUTAN ITU MERUPAKAN TITIPAN DARI ANAK CUCU KITA, jangan biarkan anak cucu kita nanti hanya bisa berimajinasi tentang hutan dari cerita dongeng sebelum mereka tidur.

Semoga pemerintah khususnya pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan melakukan penegakan hukum yang benar tampa mencari kambing hitam yang terkesan dipaksakan.

Hmmm kopiku pun mulai dingin, aku seruput dulu lah.......

Sent from my Android phone with mail.com Mail. Please excuse my brevity.

Penulis: Boy Nasution 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini