google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Miris, Ternyata Kakek Renta di Lubuk Mandarsah Dibunuh Cucunya Sendiri

Advertisement


Miris, Ternyata Kakek Renta di Lubuk Mandarsah Dibunuh Cucunya Sendiri

Selasa, 03 September 2019


PORTALTEBO.id - Polres Tebo berhasil mengungkap kasus penemuan jasad seorang kakek renta dengan kondisi yang sangat mengenaskan di dusun Malako Desa Lubuk Mandarsah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Jambi, Selasa (03/09/2019).

Kakek renta yang diketahui bernama Kashuri (75) ini, diduga korban pembunuhan yang dilakukan oleh Adi Prasetiyo (19) yang tidak lain adalah cucu korban sendiri.

Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (Tkp). Sebelum ditetapkan tersangka, polisi juga sempat memeriksa cucu korban (Adi) dan akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

Dari keterangan pelaku, ia kesal terhadap korban yang sering ribut dengan neneknya (Mbah Mariamah) yang mengakibatkan nenek sering jatuh sakit. Tidak hanya itu, korban juga sering menuduh neneknya (Istri korban) selingkuh dengan pria lain.

Selain itu juga, pelaku pernah meminta uang ke korban untuk modal bertunangan dengan gadis pilihannya pada bulan Oktober Nanti. Namun uang yang diminta pelaku tak diberi korban. Akhirnya tekat pelaku untuk menghabisi nyawa korban tersampaikan.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan saat dikonfirmasi membenarkan kematian korban akibat dari perbuatannya cucunya sendiri. "Kita sempat periksa cucunya (Adi), pelaku akhirnya mengakui perbuatannya," kata Kasat.

Kasat menjelaskan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah pisau dapur sekitar 01:15 Wib dini hari. Saat itu korban pergi buang air ke kamar mandi. Pelaku yang mengetahui korban ke kamar mandi langsung berlari ke dapur untuk mengambil pisau. 

"Pelaku kemudian merangkul korban dari belakang dan langsung menggorokkan pisau tersebut ke leher korban sebanyak dua kali. Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara,"katanya. (red)