google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Sekolah Diliburkan, Himaste: Masyarakat Tebo Butuh Solusi Kongkrit

Advertisement

Sekolah Diliburkan, Himaste: Masyarakat Tebo Butuh Solusi Kongkrit

Jumat, 13 September 2019


PORTALTEBO.id - Hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tebo, kualitas udara di wilayah Kabupaten ini berada dilevel berbahaya. 

Untuk antisipasi dampak kabut asap tersebut, Pemkab Tebo mengambil kebijakan meliburkan sekolah mulai jenjang pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP hingga Sabtu, 14 September 2019.

Terkait ini, Himpunan Mahasiswa Tebo (Himaste) mengatakan kebijakan pemerintah me­liburkan sekolah bukanlah solusi dalam mengan­tisi­pasi dampak asap yang sudah beberapa pekan ini menyelimuti wilayah Tebo dan sekitarnya. Karena hal ini akan me­ng­ganggu proses belajar siswa.

"Menurut kami kebijakan meliburkan sekolah itu bukan solusi,"kata Ketua Umum himaste, Deden Kurniawan, Jumat, 13 September 2019.

Ditegaskan Deden, pemerintah dalam hal ini Pemkab Tebo harus mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi persoalan kabut asap ini. Salah satunya kata dia, dengan cara menurunkan hujan buatan," Masyarakat Tebo butuh solusi kongkrit. Mengingat saat ini sudah 7.513 lebih warga Tebo terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan jumlah ini kami akan terus bertambah, "katanya. 

Diketahui, hasil pantauan pencemaran udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tebo hari ini, Jumat 13 September 2019, particulate meter (PM) 10 sudah mencapai 521 dan nilai ISPU 421 kategori bahaya. (red)