google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Pelatihan Ternak Maggot BSF untuk Pakan Ternak Potensial

Advertisement

Pelatihan Ternak Maggot BSF untuk Pakan Ternak Potensial

Kamis, 24 Oktober 2019

PORTALTEBO.id - Jusbianto, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat melaksanakan kegiatan pelatihan ternak Maggot BSF (Black Soldier Fly) untuk pakan ternak potensial di Desa Sumbersari, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Peternak Berdaya dari fasilitator Desa Berdaya yang bertujuan sebagai edukasi kewirausahaan masyarakat di Desa Sumbersari. 

BSF atau yang merupakan jenis lalat tentara hitam baru-baru ini menjadi primadona di kalangan peternak terutama peternak ikan dan unggas. Pasalnya selain mudah untuk dibudidayakan, hasil dari BSF banyak menguntungkan bagi peternak karena dapat mengurangi jumlah cost pembelian pakan. Hasil dari BSF ini dapat berupa prepupa hingga bekas media yang dapat dijadikan pupuk kompos.

BSF berbeda dengan jenis lalat lainnya seperti lalat hijau. Jenis lalat BSF adalah jenis lalat bersih, karena BSF tidak mau hinggap di bangkai maupun tempat kotoran. Lalat BSF akan mau hidup di tempat sampah organik yang mengalami fermentasi sehingga lalat ini tidak membawa bakteri patogen penyebab penyakit.

Tidak heran jika para ilmuan saat ini mengincar lalat BSF untuk dijadikan salah satu usaha inovasi integrasi pertanian potensial. Potensi BSF dimulai dari kemampuannya yang mampu menghancurkan sampah organik dengan kapasitas besar dengan waktu singkat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan lingkungan terkait sampah. Selain BSF tidak membawa bakteri patogen, hasil BSF berupa telur dibanderol dengan harga maggot Rp. 8000/ kg dan untuk prepupa mencapai Rp. 100.000/ Kg hal ini memberikan peluang kepada peternak untuk bisa menghasilkan usaha tambahan. Diketahui Prepupa BSF hampir seluruh tubuhnya mengandung protein hewani, dimana hal ini sangat memberikan nutrisi baik bagi ternak ikan maupun unggas. Pakan yang biasa dibeli dengan harga yang mahal, dapat digantikan dengan hasil BSF yang memiliki kualitas yang sama dan bahkan sangat mudah untuk di ternakkan, ungkap Jusbianto.

Jusbianto yang juga merupakan lulusan dari fakultas peternakan ini mencoba memperkenalkan potensi dari BSF dengan memberikan pelatihan dan praktikum pembuatan media untuk menghadirkan lalat BSF kepada masyarakat di Desa Sumbersari. 

Kegiatan dilakukan dengan jadwal di empat Dusun yaitu Dusun Sidodadi (19/10/2019), Dusun Baru (20/10/2019), Dusun Karyatani (21/10/2019) dan Dusun Tegal Rejo (23/10/2019). 

Pada pelatihan tersebut jusbianto berkoordinasi dengan seluruh kepala Dusun untuk menghadirkan ketua RT dan perwakilan masyarakat miskin yang memiliki ternak ayam kampung. 

Kegiatan pelatihan terdiri dari pengenalan tentang Program Desa Berdaya dan Rumah Zakat, tentang cara beternak BSF, pemutaran video tentang lalat BSF dan perawatan pada ayam kampung yang cacingan.

Selanjutnya praktikum ternak BSF dengan bahan dan alat yaitu dedak padi, air, royco (bumbu kaldu), gula pasir dan yakult guna sebagai media untuk fermentasi.

Masyarakat pun sangat antusias mengikuti acara hingga praktikum, karena baru mengenal bahwasannya lalat BSF memiliki potensi yang menjanjikan dan mudah untuk dikembangkan. Hasil praktikum selanjutnya akan di pantau oleh Jusbianto untuk memastikan keberhasilannya.

Harapan Jusbianto jika lalat BSF ini dapat diternakkan dengan baik beliau menjelaskan tentang skema hasil dari potensialnya. Bahwasannya hasil dari potensi ternak BSF ini dimulai dari Kesehatan, yaitu  BSF adalah jenis lalat bersih tidak membawa bakteri patogen penyebab penyakit, Lingkungan yaitu BSF merupakan agen dekomposer untuk menguraikan sampah dan mengatasi permasalahan sampah di lingkungan, Ekonomi yaitu BSF dapat diternakkan dengan biaya murah dan hasil BSF memberikan keuntungan dari pakan potensial yang berkualitas nutrisi tinggi serta memiliki harga jual yang kompetitif. (red)