google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 DISTRIBUSI DALAM ISLAM

Advertisement

DISTRIBUSI DALAM ISLAM

Sabtu, 30 November 2019

Pengertian distribusi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah penyaluran (pembagian, pengiriman) kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat; pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dalam masa darurat) oleh pemerintah kepada pegawai negeri, penduduk, dsb.

Distribusi menjadi posisi penting dari teori ekonomi islam karena pembahasan distribusi khususnya distribusi pendapatan berkaitan bukan saja berhubungan dengan aspek ekonomi tetapi juga aspek sosial dan aspek politik. Maka, distribusi dalam ekonomi islam menjadi perhatian bagi ahli dan aliran pemikir ekonomi islam dan ekonomi konvensional sampai saat ini. Di lain pihak, kegiatan ini berkaitan dengan visi ekonomi islam di tengah-tengah umat manusia lebih sering mengedepankan adanya jaminan pemenuhan kebutuhan hidup yang lebih baik (Hakim, 2012).

Distribusi pendapatan dalam Islam merupakan penyaluran harta yang ada, baik dimiliki oleh pribadi atau umum (publik) kepada pihak yang berhak menerima yang ditunjukan untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat sesuai dengan syariat. Fokus dari distribusi pendapatan dalam Islam adalah proses pendistribusiannya. Secara sederhana bisa digambarkan, kewajiban menyisihkan sebagian harta bagi pihak surplus (berkecukupan) diyakini sebagai kompensasi atas kekayaannya dan di sisi lain merupakan insentif (perangsang) untuk kekayaan pihak defisit (berkekurangan) (Nasution, 2006).

Surah dalam Al-qur’an mangenai distribusi salah satunya sebagai berikut :

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا  اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya (QS. Al-Hasyr (59) : 7).

Dalam hadist juga menjelaskan mengenai distribusi, salah satunya sebagai berikut:

عن معمر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من احتكر فهو خاطئ (رواه مسلم)

Artinya:“Dari Ma’maria berkata, Rosulullah SAW bersabda:“ Barangsiapa yang menimbun barang (harta), maka ia bersalah (berdosa).” (HR. Muslim)

Distribusi dalam ekonomi Islam didasarkan pada nilai-nilai manusiawi yang sangat mendasar dan penting, yaitu nilai kebebasan dan nilai keadilan ( Sudarsono, 2004).

1.Keadilan.

Keadilan dalam Islam merupakan pondasi yang kokoh meliputi semua ajaran dan hukum Islam. Ketidakseimbangan distribusi kekayaan adalah sumber dari semua konflik individu dan sosial. Untuk itu, agar kesejahteraan sosial dapat diwujudkan, penerapan prinsip moral keadilan ekonomi merupakan suatu keharusan. Keadaan itu akan sulit dicapai bila tidak ada keyakinan dan prinsip moral tersebut.

2.Kebebasan.

       Nilai utama dalam bidang distribusi kekayaan adalah kebebasan. Hak milik pribadi diakui, dan hak kepemilikan itu harus berfungsi sebagai nafkah bagi diri dan keluarga, berproduksi dan berinvestasi, mewujudkan kepedulian sosial dan jihad fisabilillah. Dengan demikian dapat dipahami bahwa konsep kepemilikan dalam perspektif Islam menjadikan nilai-nilai moral sebagai faktor endogen, dan menjadikan nilai nilai itu bersentuhan dengan hukum-hukum Allah.

Instrument distribusi terdiri dari (Aravik, 2016) :
  • ghanimah, adalah harta rampasan perang atau uang dan barang yang di peroleh kaum muslimindalam perperangan
  • Kharaj, adalah sejenis pajak yang dikenakan pada tanah yang terutama ditaklukkan oleh kekuatan senjata
  • Jizyah,  adalah digunakan untuk beban yang diambil dari penduduk non muslim yang ada di negara islam sebagai biaya perlindungan yang diberikan kepada mereka atas kehidupan dan kekayaan serta kebebasan untuk menjalankan agama mereka
  • Rikaz,  adalah barang temuan sebesar 20% dikenakan sebagai tariff pajak
  • Dhawa’I, adalah tanah terlantar: jika, a). tidak diketahui pemiliknya, b). kekayaan yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dan tidak mempunyai ahli waris
  • Ushr, adalah kebijaksanaan moneter dalam islam yang mewajibkan pada komoditas perdagangan yang diekspor maupun diimpor dalam sebuah negara islam
  • Zakat,  adalah jika harta benda telah melampaui nilai minimum yang sering disebut “nisab” berdasarkan cara dan kriteria perhitungan yang berbeda, tergantung harta benda yang di zakatinya.


Tujuan distribusi pendapatan dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu (Rozalinda, 2014) :

Tujuan  Dakwah

Tujuan dakwah dalam distribusi pendapatan dapat diliihat dari penyaluran zakat. Misalnya, penyaluran zakat kepada para muallaf. Ia memiliki tujuan dakwah untuk orang kafir yang diharapkan keislamannya dan mencegah keburukannya, atau orang Islam yang diharapkan bertambah kuat iman dan keislamannya.

Tujuan Pendidikan

Secara umum, tujuan pendidikan yang terkandung pada distribusi pendapatan dalam perspektif ekonomi Islam adalah pendidikan akhlak al-karimah seperti suka memberi, berderma, dan mengutamakan orang lain, serta mensucikan diri dari akhlak al -- mazmumah, seperti pelit, loba dan mementingkan diri sendiri.

Tujuan Sosial

Tujuan  sosial terpenting dalam distribusi pendapatan adalah: a) Memenuhi kebutuhan kelompok yang membutuhkan dan menghidupkan prinsip solidaritas di dalam masyarakat Muslim. b) Mengutamakan ikatan cinta dan kasih sayang di antara individu dan masyarakat. c) mengikis sebab-sebab kebencian dalam masyarakat sehingga keamanan dan ketentraman masyarakat dapat direalisasikan, karena distribusi kekayaan yang tidak adil akan berdampak pada kemiskinan dan meningkatkan kriminalitas. d) Mewujudkan keadlian du tengah yang salah.

Tujuan Ekonomi

Distribusi dalam ekonomi Islam memiliki tujuan-tujuan ekonomi yaitu : a) Pengembangan dan pembersihan harta, baik dalam bentuk infak sunat maupun infak wajib. Hal ini mendorong pelakunya untuk selalu menginvestasikan hartanya dalam bentuk kebaikan. b) Memberdayakan sumber daya manusia yang menganggur dengantepenuhinya kebutuhan modal usaha mereka. c) Memberi andil dalam merealisasikan kesejahteraan ekonomi karena tingkat kesejahteraan ekonomi sangat berkaitan dengan tingkat konsumsi. Kemudian tingkat konsumsi tidak hanya berkaitan dengan cara pendistribuiannya di antara anggota masyarakat. d) penggunaan terbaik dari sumber-sumber ekonomi.

Jadi kita sebagai umat islam harus melakukan pendisribusian dengan nilai-nilai kebebasan dan keadilan, yang sesuai dengan ajaran islam dan apabila kita sudah melakukan hal tersebut maka akan tercapailah suasana yang harmonis dalam melakukan pendisribusian maka terjalinlah ukhuwwah islamiyah diantara kita.

Ditulis oleh :
Jihan Chairiah, Sinthia, Novita Sari, Angga Priyanto dan Raihan Ramadhan. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.