google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Kisruh SMAN 3 Tebo, Sukandar Minta Disdik Provinsi Segera Bertindak

Advertisement

Kisruh SMAN 3 Tebo, Sukandar Minta Disdik Provinsi Segera Bertindak

Selasa, 05 November 2019

PORTALTEBO.id - Bupati Tebo, Sukandar minta Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi segera bertindak untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi di SMAN 3 Tebo. Hal itu sudah disampaikan dia kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Tebo, Sindi untuk segera berkordinasi dengan Disdik Provinsi Jambi. 

"Sudah saya sampaikan ke Kadisdikbud Tebo agar komunikasikan dengan Kepala Disdik Provinsi Jambi. Soalnya untuk SMA sederajat itu wewenang gubernur atau provinsi, "kata Sukandar dikonfirmasi di ruang kantornya, Selasa (5/11/2019).

Di kabupaten kata Sukandar, pihaknya hanya menanggani TK, SD dan SMP. Meski demikian ujarnya, ada beberapa guru SMAN 3 Tebo yang telah menghadap dia. Guru tersebut mengklarifikasi jika soal aksi demo yang digelar oleh siswa di SMAN itu bukan provokasi dari para guru. 

"Guru itu juga minta kepada saya untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan di SMAN itu. Dan saya juga sudah perintahkan Kadisdikbud Tebo untuk melaporkan ini kepada Kepala Disdik Provinsi Jambi agar segera ada tindakan,"kata Sukandar lagi. 

Kembali dikatakan Sukandar, kabupaten sifatnya hanya kordinasi, memberikan informasi dan saran serta masukan kepada Disdik Provinsi. Keputusan apapun yang nantinya diambil oleh Dinas Provinsi adalah kewenangan bapak gubernur bukan kabupaten.

Diketahui, beberapa pekan yang lalu sejumlah siswa SAMN 3 Tebo menggelar aksi demo di SMAN tersebut. Siswa ini minta kepala sekolah, Firdaus mundur dari jabatannya sebagai pelaksana tugas kepala sekolah di SMAN itu.

Sepekan kemudian, sejumlah guru di SMAN itu juga menggelar aksi mogok kerja. Guru ini menolak perpanjangan jabatan Firdaus sebagai pelaksana tugas kepala sekolah di SMAN itu.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Disdik Provinsi Jambi terkait aksi tersebut. Dampaknya, kegiatan belajar dan mengajar di sekolah itu tidak berjalan sebagai mestinya. (red)