google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Mantan Kepsek SMAN 13 Tersangka Korupsi Dana BOS 2017 Diserahkan ke Penyidik Kejaksaan

Advertisement

Mantan Kepsek SMAN 13 Tersangka Korupsi Dana BOS 2017 Diserahkan ke Penyidik Kejaksaan

Kamis, 21 November 2019

PORTALTEBO.id - Mantan Kepala Sekolah Negeri 13 Tebo, Sasmiroswita, S.Pd tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan Dana BOS tahun 2017, Rabu (20/11) pukul 13.00 Wib oleh penyidik Tipikor Polres Tebo diserahkan ke penyidik Kejaksaan. 

Proses Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) terhadap perkara dugaan tindak pidana Korupsi Pada pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan triwulan II tahun anggaran 2017 langsung diterima JPU Medi Santoni, S.H dan Wawan Kurniawan, S.H.

Selanjutnya dalam proses tahap II, tersangka  Sasmiroswita, S.Pd didampingi oleh penasehat hukum Iwan Fales, S.H dari kantor hukum Pena Keadilan.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tebo, Medi Santoni saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyerahan tersangka berikut barang bukti pada kasus dugaan tindak pidana korupsi. 

"Benar penyidik Tipikor Polres Tebo tadi siang menyerahkan tersangka Sasmitoswita dan barang bukti kepada kita," kata Medi dikutip dari laman kliktebo.com.

Disampaikan Medi, tersangka Sasmiroswita, S.Pd disangka melanggar Pasal 2 ayat (1)  Pasal 3 Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

Adapun kronologis perkara kata Medi, pada tahun 2017, SMA N 13 Kabupaten Tebo menerima alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 365.400.000,00 (tiga ratus enam puluh lima juta empat ratus ribu rupiah) yg penyalurannya sebanyak 4 (empat) kali dalam 1 tahun (per triwulan).

penyaluran tersebut dengan rincian yakni, triwulan I sebesar 20 persen (Rp 72.240.000,00), triwulan II sebesar 40 persen (Rp 146.160.000,00), triwulan III sebesar 20 persen dan triwulan IV sebesar Rp 20 persen. Dari dana penyaluran dana BOS tersebut untuk triwulan I dan triwulan II tidak disalurkan sepenuhnya sesuai peruntukannya.

Dimana kata Medi peruntukannya tidak sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.8 tahun 2017 yang selanjutnya direvisi menjadi peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan RI No. 26 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan RI No.8 tahun 2017 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"sehingga merugikan keuangan Negara atas pengolaah dana BOS SMA N 13 Kabupaten Tebo sebesar Rp 95.926.266,00 (sembilan puluh lima juta sembilan ratus dua puluh enam ribu dua ratus enam puluh enam rupiah)," kata Medi lagi.

Selanjutnya bahwa Barang Bukti perkara dugaan tindak pidana Korupsi Pada pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan triwulan II tahun anggaran 2017 terdiri dari 43 item barang bukti sebagaimana tercantum dalam berita acara penerimaan dan penelitian benda sitaan/ barang bukti (BA-5);

" Bahwa beliau ini yakni tersangka An. Sasmiroswita, S.Pd saat ini sebagai PNS/ guru di SMA N 8 Kabupaten Tebo," ujar Kasi Pidsus.

Dikatakan Medi juga, tersangka Sasmiroswita, S.Pd mengajukan permohonan supaya tidak dilakukan penahanan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tebo dengan surat permohonan ditandatangani oleh tersangka dan surat pernyataan dari penjamin tertanggal hari ini, 20 November 2019.

"Benar atas nama tersangka Sasmiroswita, S.Pd tidak dilakukan penahanan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum perkara tersebut dengan beberapa pertimbangan," kata Medi.

Pertimbangan yang dimaksud Medi adalah pertimbangan subjektif, diantaranya bahwa tersangka adalah guru/tenaga pendidik yg masih aktif dan dibutuhkan murid-murid dalam mendapatkan pelajaran di SMA N 8 Muara Tebo. Tersangka juga telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 116.000.000,00 (seratus enam belas juta rupiah) yg disetorkan ke kas negara melalui tim penyidik.

"Sedangkan pertimbangan objektifnya adalah tersangka berjanji sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) KUHP yaitu tidak akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti. Terus adanya penjamin dari adik kandung tersangka yang menyatakan siap bertanggungjawab apabila tersangka melarikan diri akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," terang Medi.

" Tersangka berjanji akan melakukan wajib lapor kepada tim Penuntut Umum dengan jadwal setiap hari senin dan kamis," timpalnya lagi.

Pantauan media ini selama proses tahap II Tersebut selesai pukul 16.00 Wib dan berjalan dengan aman serta lancar. (red)