google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 Siswa dan Siswi Tebo Digrebek Polisi Saat Pesta Miras

Advertisement

Siswa dan Siswi Tebo Digrebek Polisi Saat Pesta Miras

Selasa, 03 Desember 2019

PORTALTEBO.id - Tim Patroli Sabhara Polres Tebo yang tergabung dalam Satgas Ops Pekat 2019 terpaksa mengamankan 4 orang pemuda di sebuah kost-kostan di jalan Asoy, Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, Jambi. 

Keempat pemuda ini diamankan pada Selasa (2/12) malam saat menggelar pesta minum keras (Miras) dengan diiringi musik keras di kost-kostsan tersebut.

Informasi yang berhasil dirangkum, tiga dari empat pemuda yang diamankan tersebut dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Ketiganya diduga masih berstatus pelajar di salah satu SMK di Kecamatan Tebo Tengah, Hal ini diperkuat dengan adanya kartu pelajar yang disita petugas. Sedangkan satu orang laki-laki lagi merupakan lulusan pondok pesantren. 

Data sementara yang diperoleh PORTALTEBO.id, tiga orang diduga pelajar tersebut adalah MR (15) dan DI (15), satu orang perempuan berinisial NL (15).

Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman melalui Kasat Sabhara Polres Tebo Akp Wibisono, SH membenarkan adanya sejumlah pelajar yang diamankan saat pelaksanaan Ops Pekat 2019. 

Saat dilakukan penangkapan, pelajar tersebut sedang asik menggelar pesta miras dalam satu kamar. "Keempatnya tertangkap tangan saat minum-minuman berakohol jenis Bir Bintang dan Tuak dengan campuran minuman energi M150," kata Kasat Sabhara. Selasa (3/12). 

Kasat mengatakan jika ada 6 orang yang sedang terlibat pesta miras di dalam satu kamar. Namun saat akan dilakukan penggerebekan, 2 orang yang diketahui juga berstatus pelajar dan berjenis kelamin perempuan berhasil kabur.

Dari hasil penggrebekan itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa botol minuman keras dan kartu pelajar siswa. 

Ditempat kejadian perkara, polisi langsung melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pelajar. "Untuk pemilik kost, kita lakukan pemanggilan dan menghimbau agar tidak menggulangi hal yang serupa," ujarnya. 

Kasat mengharapkan hal ini tidak terjadi lagi, khususnya bagi para pelajar yang masa depannya masih panjang. "Jangan sampai pelajar terjerumus ke pergaulan bebas seperti ini. Saya minta hal ini tidak terulang kembali. Kasihan sama si anak dan orang tuanya," kata dia. (red)