Menu Bawah

Iklan

Bupati Tebo Launcing Program Waris Pohon

27/01/20, 15:30 WIB Last Updated 2020-01-27T08:30:16Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Temenggung Ngadap mewariskan sebatang pohon kepala Bupati Tebo saat acara Pesta Buah-buahan Hutan di kawasan hutan Suku Anak Dalam (SAD) Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo – Jambi, Minggu (26/01/2020). 

Pohon yang diwariskan tersebut adalah Medang Labu berdiameter 60 Cm dengan kordinat 1.46616.102.65259. Pada Waris Pohon ini, Sukandar mendapatkan nomor registrasi urutan 001.

Tidak hanya Sukandar, Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman dan Dandin 0416/Bute Letkol Inf Widi Rahman juga mendapatkan Waris Pohon. Kapolres mendapatkan pohon Medang Labu berdiameter 39 CM dengan kordinat 1.76611.102.65257 bernomor registrasi 002.B. Dandim mendapatkan pohon Kayu Thi berdiameter 26 Cm dengan kordinat 1.76600.102.65261. Nomor registrasi pohon tersebut 002.C, dan Wakil Bupati Tebo mendapat pohon Merantih Rambat berdiameter 40 CM dengan kordinat 1.76615.102.65174 dan nomor registrasi 002.D.

“Ketua DPRD Tebo, Mazlan juga mendapatkan pohon yakni Setebal dengan diameter 78 CM dengan titik kordinat 1.16613.102.55258 dengan nomor registrasi 002.A,” kata ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) Ahmad Firdaus dan berujar jika semua pohon tersebut berlokasi di Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo - Jambi, tepatnya di kawasan hutan Temenggung Ngadap atau Hutan Tamu.

Pada kegitan ini, terlihat Sukandar bersama para Forkompinda dan undangan yang hadir kompak memasang papan informasi atau papan Waris Pohon di bawah pohon masing-masing,” Mari kita jaga hutan untuk anak cucu kita nantinya,” kata Sukandar saat menerima waris pohon dari Temenggung Ngadap.

Salah seorang pengurus (Orik), Yarani mengatakan "Waris Pohon" merupakan salah satu program Orik untuk mejaga hutan tetap lestari. Setiap batang pohon di kawasan hutan Temenggung Ngadap akan diadopsi.

Setiap pohon yang telah diwariskan (diadopsi) lanjut Yarani, akan dipasang papan nama (keterangan) atau papan informasi yang berisikan nama pohon, diameter, titik kordinat, nama waris (adopsi) pohon, dan nomor registrasi. “Nama waris (adopsi) pohon sesuai siapa yang mesan. Yang jelas setiap papan nama akan kita tulis larangan untuk menebang pohon,”kata dia.

Yang mengadopsi batang pohon jelas Yarani, diharus merawat pohon tersebut. Jika tidak sempat merawat pohon, si pewaris bisa memberdayakan SAD untuk merawat pohon tersebut. Namun si adopsi (adopter) harus membayar Rp100 ribu - Rp500 ribu per tahun untuk biaya (upah) merawat pohon itu, "kata Yarani lagi. 

Ditegaskan Yarani, penerima waris atau yang mengadopsi pohon hanya atas nama. Dalam artian batang pohon tersebut bukan menjadi hak milik. “Siapa pun boleh mengadopsi setiap batang pohon yang ada di hutan Temenggung Ngadap,”katanya. 

Terkait biaya yang dibebankan kepada pengadopsi kata Yarani, digunakan untuk membeli bibit jernang, biaya penanaman dan perawatan bibit jernang yang akan dilaksankan oleh warga SAD dan warga sekitar, serta untuk biaya operasional dan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan di lokasi Temenggung Ngadap.“ Pohon tersebut hanya atas nama, bukan menjadi hak milik pribadi. Walaupun pada pohon itu dipasang papan nama atau informasi,”tegas Yarani lagi.

Terpisah, Ketua Orik, Ahmad Firdaus mengatakan, ada ribuan batang pohon yang tumbuh kokoh di hutan Temenggung Ngadap diantaranya, pohon tenggeris, pohon meranti, jelutung, balam, bungung, keranji, kelat, medang labu, pancung aek dan lain sebagainya. Semua itu adalah tanaman atau pohon hutan.

Selain itu ada juga pohon buah-buahan seperti, tampui nasi, tampui tungau, durian daun, kuduk biawak, redan cuku, sebalik sumpah dan lainnya. “Ada juga pohon yang dilindungi dan dianggap masih sakral oleh Suku Anak Dalam, Kendondong telunjuk, tenggeris, sialang dan lainnya,”ujar dia.

Untuk itu, Firdaus mengajak seluruh masyarakat agar bisa mengikuti program “Waris Pohon” atau mengadopsi pohon. Dengan begitu kata dia, sama halnya telah ikut berdonasi menjaga hutan dan lingkungan tetap lestari. 

“Pada pelaksanaan program ini, kita melibatkan SAD, pemuda dan masyarakat desa sekitar khususnya pemuda dan masyarakat desa Tanah Garo. Hutan yang kita wariskan sekeliling hutan Temenggung Ngadap,”tutupnya. (orik/red)


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini