-->

Menu Bawah

Iklan

Cucu Almarhum H. Zakaria Temukan Dokumen Pembentukan Jambi Sebagai Provinsi

22/01/20, 10:44 WIB Last Updated 2020-01-22T03:44:01Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Satu berkas dokumen lama pembentukan Jambi sebagai daerah otonom provinsi ditemukan di sebuah rumah yang berada di desa Karang Mendapo Kec. Pauh Kab. Sarolangun, Jambi, Minggu (19/1) kemarin.

Dokumen ditemukan oleh Bambang Isnaini (37) secara tidak sengaja sewaktu ia sedang membersihkan rumah kakeknya (H. Zakaria, Almarhum) yang sudah lama tidak dihuni di desa tersebut.

"Rumah Datuk itu sudah lamo kosong/tidak dihuni, jadi sewaktu sayo tengok untuk bersihkan/beres-beres, disitu ado nampak beberapo berkas dan map yang sudah lusuh dan berantakan. Sayo waktu itu mau merapikan jadi pas sayo bersihkan dan baco satu persatu disitu sayo kaget kok ado berkas yang isinyo tentang pembentukan jambi sebagai daerah otonom/provinsi, Yo itulah awal cerito kemudian sayo poto-poto dan share di facebook" ujarnya saat dihubungi melalui selulernya malam tadi, Selasa (21/1/2020).
Merasa itu dokumen cukup penting berkas itupun kemudian ia bawa ke rumah orang tuanya yang ada di desa setempat untuk disimpan dan dijaga.

Diceritakannya, dokumen yang ia temui adalah berkas ketikan asli yang berisi tentang maklumat/pernyataan dan berita  penandatanganan yang bercerita tentang pembentukan Jambi sebagai daerah otonom/provinsi.

Datuknya di dokumen itu, H. Zakaria, Kala itu tercatat sebagai inisiator pembentukan Jambi sebagai daerah otonom yang berasal dari perwakilan Marga (Daerah) Simpang Tigo dan Bathin VI Pauh.
Menurut cerita di kampung yang ia dengar, Almarhum Datuknya sudah lama wafat sekitar 1972 lalu.

Sewaktu hidupnya termasuk salah satu tokoh di kampung tersebut karena pernah menjabat di pesantren, aktif berorganisasi baik ditingkat lokal dan nasional, pernah menjabat sebagai pesirah dan pembeli getah karet. 

"Untuk informasi detail tentang sosok datuk nanti sayo tanyokan lagi ke orang-orang tuo di dusun" ujarnya menambahkan.

Menurut keterangan lisan yang ia dengar Datuk/Kakeknya dulu sempat dijuluki "Datuk Gilo" karena dikenal sebagai orang yang disiplin, tegas dan pemarah.
Sejauh ini atau sejak foto-foto berkas itu beredar di media sosial sudah cukup banyak apresiasi dari netizen atas temuan tersebut.

Namun menurutnya belum ada yang menghubunginya dari pihak manapun dan dirinya juga belum terpikir untuk menyerahkan dokumen/berkas itu ke pihak manapun.

"Sayo jugo baru sadar ternyata provinsi jambi baru menggelar hut yang ke 63 sesaat setelah membaco berkas/dokumen itu" tutupnya. (wil/red)



Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini