-->

Menu Bawah

Iklan

Dandim 0416/Bute Terima Warisan Batang Pohon Dari SAD

27/01/20, 14:03 WIB Last Updated 2020-01-27T07:03:53Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Dandim 0416/Bute menghadiri pesta buah-buahan hutan dan launcing program Waris Pohon di kawasan hutan SAD, tepatnya di Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Minggu (26/01/2020).

Pada acara yang digagas oleh Yayasan Orang Rimbo Kito (Orik), Pemkab Tebo bersama Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Ngadap ini, Dandim menerima sebatang pohon yang diwarskan oleh Suku Anak Dalam (SAD) yakni pohon Jelutung berdiameter 48 CM dengan nomor registrasi 0416.

“Pohon ini saya wariskan kepada bapak untuk dirawat dan dijaga agar tidak ditebang. Tolong jaga hutan kami,” kata Temenggung Ngadap saat menyerahkan sebatang pohon kepada Dandim.

Pohon yang diwariskan tersebut langsung diterima oleh Damdim,“ Kita jaga alam, alam jaga kita. Mari kita sama-sama menjaga hutan ini,” kata Dandim bersama Temenggung Ngadap dan ketua Yayasan ORIK.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tebo Sukandar, Ketua DPRD Tebo Mazlan, Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman, Kepala Balai Taman Nasional Bukit 12 (TNBD) Haidir, para OPD, tokoh masyarakat, Temenggung Ngadap dan perangkat adat SAD  serta undangan lainnya.

Bersama Bupati Tebo dan rombongan, Dandim tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 13.30 Wib dan disambut langsung oleh Temenggung Ngadap beserta perangkat adat dan warga SAD. Tampak Temenggung Ngadap Bersama Gentar (SAD) mempreragakan pencak silat khas SAD. Selanjutnya Temenggung Ngadap mempersilahkan bupati dan rombongan menikmati buah-buahan hutan yang telah tersedia.

“Silahkan bapak-bapak yang datang ke hutan adat kami Sungkai Lubuk Dalam menikmati buah-buahan hasil hutan kami. Ada buah dekat, durian daun, bedaro, tampuy rimba, buah siw, kuduk kuyak, buah kayay. Ini semua hasil hutan kito,” kata Temenggung Ngadap mempersilahkan kepada semua yang hadir untuk menikmati buah-buahan hutan.

Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus sangat apresiasi atas kedatangan Dandim pada kegiatan yang diprogramkan oleh yayasan yang dia pimpin,” Alhamdulillah, mulai dari Pemkab, TNI-Polri, kejaksaan, ormas, lembaga lingkungan dan club mobil ikut program yang kami inisiasikan ini. Bahkan insan olehraga (KONI) juga ikut program ini. Atas keikutsertaan saudara dan rekan-rekan semuanya saya ucapkan terimakasih. Semoga apa yang kita perbuat hari ini bermanfaat bagi masyarakat dan kita semua,” ucap Firdaus.

Firdaus berkata, "Waris Pohon" merupakan salah satu program ORIK untuk mejaga hutan tetap lestari. Pada pelaksanaan program ini difokuskan di kawasan Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Ngadap, tepatnya di Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo – Jambi.

Pada program ini, setiap batang pohon yang berada di kawasn hutan Temenggung Ngadap akan diadopsi oleh para adoptor,” jadi program Waris Pohon ini sama dengan mencari orang tua asuh untuk pohon. Setiap batang pohon akan di aadopsi atau diwariskan untuk dirawat,” kata Firdaus lagi.

Setiap pohon yang telah diwariskan (diadopsi) lanjut dia, akan dipasang papan waris (keterangan) atau papan informasi yang berisikan nama pohon, diameter, titik kordinat, nama waris (adopsi) pohon, dan nomor registrasi. “Nama waris (adopsi) pohon sesuai siapa yang mesan. Yang jelas setiap papan nama akan kita tulis larangan untuk menebang pohon,”kata dia.

Yang mengadopsi batang pohon jelas dia, diharus merawat pohon tersebut. Jika tidak sempat merawat pohon, si pewaris bisa memberdayakan SAD dan masyarakat sekitar untuk merawat pohon tersebut. Namun si adopsi harus membayar Rp100 ribu - Rp500 ribu per tahun untuk biaya (upah) merawat pohon itu, "katanya lagi. 

Ditegaskan Firdaus, penerima waris atau yang mengadopsi pohon hanya atas nama. Dalam artian batang pohon tersebut bukan menjadi hak milik pewaris. “Siapa pun boleh mengadopsi setiap batang pohon yang ada di hutan Temenggung Ngadap. Baik itu pejabat, intansi pemerintah,intansi swasta, organisasi, kemlompok maupun individu,”katanya. 

Terkait biaya yang dibebankan kepada adopter katanya, digunakan untuk membelian atau pengadaan bibit jernang, upah penanaman dan perawatan bibit jernang yang akan dilaksankan oleh SAD dan warga sekitar, serta biaya operasional dan lainnya.

Diwaktu dan tempat yang sama, Kordinator Orik, Syahrial mengatakan, ada ribuan batang pohon yang tumbuh kokoh di hutan Temenggung Ngadap diantaranya, pohon tenggeris, pohon meranti, jelutung, balam, bungung, keranji, kelat, medang labu, pancung aek dan lain sebagainya. Semua itu adalah tanaman atau pohon hutan.

Selain itu ada juga pohon buah-buahan seperti, tampui nasi, tampui tungau, durian daun, kuduk biawak, redan cuku, sebalik sumpah dan lainnya. “Ada juga pohon yang dilindungi dan dianggap masih sakral oleh Suku Anak Dalam, Kendondong telunjuk, tenggeris, sialang dan lainnya,”ujar dia.

Untuk itu, Syahrial mengajak seluruh masyarakat agar bisa mengikuti program “Waris Pohon” atau mengadopsi pohon. Dengan begitu kata dia, sama halnya telah ikut berdonasi menjaga hutan dan lingkungan tetap lestari,” pada pelaksanaan program ini, kita melibatkan SAD, pemuda dan masyarakat desa sekitar khususnya pemuda dan masyarakat desa Tanah Garo,’ katanya.

Saat ini lanjut dia, keberadaan hutan SAD kelompok Temenggung Ngadap mulai terancam oleh aktivitas perambah, penguasaan lahan untuk perkebunan, illegal loging dan sebagainya. Dengan ada program ‘Waris Pohon’ Firdaus berharap bisa mengantisifasi kawasan hutan SAD terhindar dari aktivitas illegal tersebut. “Hutan ini harus dijaga dan dirawat. Makanya setiap batang pohon yang di adopsi akan ditanam bibit jernang yang nantinya diperuntukan bagi SAD dan masyarakat sekitar. Tujuannya hutan tetap terjaga dan ekonomi SAD dan masyarakat terperhatikan,” tutupnya. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini