google-site-verification=dwhumxho11lF8qf4pJiXSK3sIBkhfcmSWtJ8AJGJ7x4 SAD Kalungkan Buah Sebalik Sumpah Kepada Dandim 0416/Bute

Advertisement

SAD Kalungkan Buah Sebalik Sumpah Kepada Dandim 0416/Bute

Senin, 27 Januari 2020


PORTALTEBO.id - Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Ngadap merasa sangat terhormat atas kedatangan Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Widi Rahman di hutan adat mereka di Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Minggu (26/01/2020).

‘Selamat datang. Kami merasa terhormat sekali atas kedatangan bapak-bapak rajo di hutan adat kami,” kata Temenggung Ngadap menyambut kedatangan Dandim berserta rombongan.

Kedatangan Dandim ke hutan SAD tersebut untuk menghadiri acara Pesta Buah-buahan Hutan dan Launcing Program Waris Pohon yang diinisasi oleh Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK). Dandim hadir bersama Bupati Tebo, Sukandar dan rombongan.

Selain Bupati tampak hadir Ketua DPRD Tebo Mazlan, Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman, Kepala Balai Taman Nasional Bukit 12 (TNBD) Haidir, para OPD, tokoh masyarakat, Temenggung Ngadap dan perangkat adat SAD  serta undangan lainnya.

Rombongan tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 13.30 Wib dan disambut langsung oleh Temenggung Ngadap beserta perangkat adat dan warga SAD. Tampak Temenggung Ngadap Bersama Gentar (SAD) mempreragakan pencak silat khas SAD. Selanjutnya Temenggung Ngadap mempersilahkan bupati dan rombongan menikmati buah-buahan hutan yang telah tersedia.

“Silahkan bapak-bapak yang datang ke hutan adat kami Sungkai Lubuk Dalam menikmati buah-buahan hasil hutan kami. Ada buah dekat, durian daun, bedaro, tampuy rimba, buah siw, kuduk kuyak, buah kayay. Ini semua hasil hutan kito,” kata Temenggung Ngadap mempersilahkan kepada semua yang hadir untuk menikmati buah-buahan hutan.

“Yang paling enak yang mana,” tanya Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Widi Rahman. “Kalo kami rimbo (kami orang rimba), seluruh buah-buahan ini enak. Inilah kekayaan, kesuakaan dan kesenangan kami rimbo. Itu makonyo rimbo ini samo-samo kito jago. Kan kalo melihat seperi iko, kito samo-samo semangat,” kata Temenggung lagi.

Dijelaskan Temenggung jika buah-buahan tersebut merupakan hasil hutan yang menjadi kesenangan SAD,“ Jika di kota, buah-buahan ini sudah tidak ada lagi pak. Jadi silahkan dicicipi. Ini pak, buah tampuynya,” ucap Temenggung sambil menyodorkan buah tampui kepada Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman.

Pada kesempatanitu, Temenggung Ngadap menyerahkan sekeranjang buah-buahan hutan kepada Bupati Tebo, Sukandar. Buah-buahan tersebut langsung diterima oleh Sukandar. Pada kesempatan itu juga Temenggung mengalungkan kalung dari buah sebalik sumpah yang merupakan asesoris khas SAD. Menurut kepercayaan mereka (SAD), buah sebalik sumpah bermanfaat untuk menangkal segala macam niat jahat.

“Buah-buahan hutan ini saya terima dan nanti saya nikmati bersama bapak Dandim dan bapak Kapolres. Sebagai rasa terima kasih dari kami atas sambutan Temenggung, ini saya membawakan kain panjang. Nanti tolong dibagikan, dikit sama dikit, banyak sama banyak,” kata Sukandar sambal menyerahkan sejumlah kain panjang kepada Temenggung. 

Tidak hanya bupati, Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman juga mendapatkan kalung dari buah sebalik sumpah yang dikalungkan langsung oleh Depati Laman Senjo,” Harapan saya pak, tolong kita sama-sama menjaga hutan adat kami suku anak dalam. Kalua ada yang menebang pohon atau mencuri hutan kami, tolong ditangkap pak,” pinta Depati Laman Senjo kepada Kapolres Tebo.

Pada kesempatan itu juga, Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Widi Rahman dikalungkan kalung sebalik sumpah oleh Gentar (perangkat adat SAD),” Tolong kalung ini dipakai pak. Kalau ada yang jahat-jahat sama bapak, mudah-mudahan tidak sampai,” kata Gentar saat mengalungkan buah sebalik sumpah kepada Dandim. 

Ketua ORIK, Ahmad Firdaus berkata, banyak pohon buah-buahan hutan di hutan Temenggung Ngadap saat ini telah berbuah dan mulai matang (masak). Diantaranya buah tampuy, kuduk biawak, pedaro, durian daun, gintar, buton, redan cuku, kumpu benang dan lainnya," Sekarang ini puncak musim buah-buahan hutan. Jadi kita menggelar pestanya, "kata Firdaus. 

Dikatakan Firdaus, pesta buah-buahan hutan di kawasan hutan Temenggung Ngadap ini yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Tebo. Tujuannya untuk mendorong kawasan hutan itu menjadi wilayah ekowisata.

Selain menjadi kawasan ekowisata bilang Firdaus, tujuannya untuk menjaga hutan tetap lestari. "Saya berharap kawasan hutan itu menjadi ekowisata yang bakal bisa membawa kesejahteraan bagi SAD dan masyarakat sekitar. Ketika pariwisata tumbuh maka ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh," kata dia.

Pada pesta buah-buahan hutan ini ucap Firdaus, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Tebo dan masyarakat desa sekitar. "Kita juga melibatkan seluruh SAD di kawasan hutan tersebut, "ujarnya. (red)