-->

Menu Bawah

Iklan

Forkompinda dan OPD Tebo Terima Waris Pohon Dari SAD

27/01/20, 15:24 WIB Last Updated 2020-01-27T08:24:57Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Selain Pesta Buah-buahan Hutan, pada kegitan itu juga dilaksanakan launcing program  ‘Waris Pohon’. Launcing program ini ditandai dengan pemancangan papan informasi atau papan ‘Waris Pohon’ oleh Bupati Tebo, Sukandar dan para Forkompinda, OPD dan undangan yang hadir di lokasi kegitan tersebut, tepatnya di hutan tamu Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Temenggung Ngadap di Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo – Jambi, Minggu (26/01/2020).

Lebih dari 50 batang pohon yang diwariskan oleh SAD kepada tamu undangan yang hadir di acara tersebut,” Ini pohon medang labu. Saya wariskan kepada bapak rajo (Bupati Tebo). Sama-sama kita jaga, jangan sampai tanah adat rimba kami diganggu orang,” kata Temenggung Ngadap saat mewariskan pohon medang labu kepada Bupati Tebo, Sukandar.

Pada kesempatan itu juga Temenggung Ngadap mengucapkan terimakasih yang sedalamnya kepada Bupati Tebo yang telah berkunjung ke hutan adat mereka,” Terimakasih banyak bapak. Kami makan sampai kenyak, tidur sampai nyeyak karena bapak sudah sampai ke sini,” kata Temenggung lagi.

Pohon yang diwariskan temenggung langsung diterima oleh Bupati Tebo Sukandar,” Saya temima temenggung. Sama-sama kita jaga. Mudah-mudahan ini bermanfaat sampai anak cucu kita,” kata Sukandar kepada Temenggung Ngadap.

Tidak hanya bupati, Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman juga menerima waris pohon dari SAD. Waris pohon tersebut langsung diserahkan oleh Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) kepada Kapolres. Begitu juga Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Widi Rahman dan Ketua DPRD Tebo, Mazlan serta OPD dan tamu undangan lainnya.

”Mewakili SAD Sungkai Lubuk Dalam, ini saya mewariskan satu batang pohon kepada bapak untuk dirawat,” kata Firdaus saat mewariskan batang pohon kepada Kapolres, Dandim dan Ketua DPRD Tebo.

Terpisah, Kordinator Program ORIK, Syahrial mengatakan, program "Waris Pohon" merupakan salah satu program ORIK untuk mejaga hutan tetap lestari. Setiap batang pohon di kawasan hutan Temenggung Ngadap akan diadopsi.

Setiap pohon yang telah diwariskan (diadopsi) lanjut dia, akan dipasang papan waris (keterangan) atau papan informasi yang berisikan nama pohon, diameter, titik kordinat, nama waris (adopsi) pohon, dan nomor registrasi. “Nama waris (adopsi) pohon sesuai siapa yang mesan. Yang jelas setiap papan nama akan kita tulis larangan untuk menebang pohon,”kata dia.

Yang mengadopsi batang pohon jelas Syahrial, diharus merawat pohon tersebut. Jika tidak sempat merawat pohon, si pewaris bisa memberdayakan SAD dan masyarakat sekitar untuk merawat pohon tersebut. Namun si adopsi harus membayar Rp100 ribu - Rp500 ribu per tahun untuk biaya (upah) merawat pohon itu, "katanya lagi. 

Ditegaskan Syahrial, penerima waris atau yang mengadopsi pohon hanya atas nama. Dalam artian batang pohon tersebut bukan menjadi hak milik pewaris. “Siapa pun boleh mengadopsi setiap batang pohon yang ada di hutan Temenggung Ngadap. Baik itu pejabat, intansi pemerintah,intansi swasta, organisasi, kemlompok maupun individu,”katanya. 

Terkait biaya yang dibebankan kepada adopter kata Syahrial, digunakan untuk membelian atau pengadaan bibit jernang, upah penanaman dan perawatan bibit jernang yang akan dilaksankan oleh SAD dan warga sekitar, serta biaya operasional dan lainnya.
Diwaktu dan tempat yang sama, Ketua Orik, Ahmad Firdaus mengatakan, ada ribuan batang pohon yang tumbuh kokoh di hutan Temenggung Ngadap diantaranya, pohon tenggeris, pohon meranti, jelutung, balam, bungung, keranji, kelat, medang labu, pancung aek dan lain sebagainya. Semua itu adalah tanaman atau pohon hutan.

Selain itu ada juga pohon buah-buahan seperti, tampui nasi, tampui tungau, durian daun, kuduk biawak, redan cuku, sebalik sumpah dan lainnya. “Ada juga pohon yang dilindungi dan dianggap masih sakral oleh Suku Anak Dalam, Kendondong telunjuk, tenggeris, sialang dan lainnya,”ujar dia.

Untuk itu, Firdaus mengajak seluruh masyarakat agar bisa mengikuti program “Waris Pohon” atau mengadopsi pohon. Dengan begitu kata dia, sama halnya telah ikut berdonasi menjaga hutan dan lingkungan tetap lestari. 

“Pada pelaksanaan program ini, kita melibatkan SAD, pemuda dan masyarakat desa sekitar khususnya pemuda dan masyarakat desa Tanah Garo,’ kata Firdaus.

Saat ini lanjut Firdaus, keberadaan hutan SAD kelompok Temenggung Ngadap mulai terancam oleh aktivitas perambah, penguasaan lahan untuk perkebunan, illegal loging dan sebagainya. Dengan ada program ‘Waris Pohon’ Firdaus berharap bisa mengantisifasi kawasan hutan SAD terhindar dari aktivitas illegal tersebut. “Hutan ini harus dijaga dan dirawat. Makanya setiap batang pohon yang di adopsi akan ditanam bibit jernang yang nantinya diperuntukan bagi SAD dan masyarakat sekitar. Tujuannya hutan tetap terjaga dan ekonomi SAD dan masyarakat terperhatikan,” tutup dia. (orik/red)


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini