-->

Menu Bawah

Iklan

Di Lapas Tebo, Teroris Digabung Dengan Tahanan Umum

13/03/20, 20:04 WIB Last Updated 2020-03-13T13:04:54Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Salah satu teroris pembakar Makopolres Damasraya pada tahun 2017 lalu, GR (28) warga Kabupaten Bungo dikenakan sanksi hukuman 6 tahun penjara pada tahun 2018 kemarin. 

Sudah dua tahun terpidana ini menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Agung Sidur, Bogor, dan saat ini telah dipindahkan (mutasi) ke Lapas Kelas IIB Muara Tebo.

Kalapas Tebo, Muhammad Najib mengatakan jika GR digabungkan dengan tahanan (warga binaan) umum lainnya," Tidak ada ruangan khusus untuk GR. Terpidana ini kita gabungkan dengan tahanan umum," katanya. 

Kalapas berkata, ada 7 tahanan yang satu ruangan dengan GR. Ketujuh tahanan tersebut taat agama," Jadi kita tidak khawatir. Sebab gerak gerik GR terpantau juga sama tahanan lain yang satu ruangan sama dia," jelas Kalapas lagi. 

Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2017 lalu polisi mengamankan pelaku pembakar Makopolres Damasraya. Dua pelaku ini diamankan di Kabupaten Bungo. 

Salah satu pelaku adalah GR (28) warga Kabupaten Bungo yang dikenakan sanksi hukuman 6 tahun penjara pada tahun 2018 kemarin. 

Sudah dua tahun ini, terpidana menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Agung Sidur, Bogor. 

Siang ini, Rabu (11/03/2020), terpidana dimutasi ke Lapas Kelas IIB Muara Tebo. Hal ini dibenarkan oleh Kalapas Tebo, Muhammad Najib. "Selama ini teroris kita ini di tahan di Lapas Agung Sidur, Bogor," kata Kalapas usai menerima mutasi GR di Lapas Tebo. 

Dijelakannya, GR dikenakan hukuman 6 tahun penjara. Dimutasi ke Lapas Tebo karena terpidana adalah warga Kabupaten Bungo," Terpidana sudah 2 tahun menjalani hukuman. Sisa hukumannya tinggal 4 tahun lagi dijalani di Lapas Tebo," katanya. 

Pantaun media ini, GR tiba di Lapas Tebo sekitar pukul 13.50 Wib. Setiba di Lapas, GR langsung digiring ke dalam ruangan Lapas oleh petugas yang mendampingi. 

Untuk diketahui, pada tahun 2017 lalu Markas Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat dibakar sejumlah orang tak dikenal. 

Dua orang pelaku tewas ditembak lantaran melawan polisi, sementara dua lagi yang kabur akhirnya berhasil ditangkap di Kabupaten Bungo.

Polri memastikan empat tersangka kasus pembakaran Mapolres Dharmasraya dan penyerangan terhadap anggota polisi tersebut, merupakan jaringan teroris. (red) 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini