-->

Menu Bawah

Iklan

Ketua PN Tebo: Gelar Akademik Palsu Jamawarzi Tidak Merugikan Orang

16/03/20, 14:53 WIB Last Updated 2020-03-16T08:08:53Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Hakim Ketua PN Tebo, Armansyah Siregar, Senin (16/3) menggelar sidang putusan terhadap Jumawarzi, terdakwa kasus tindak pidana pemalsuan gelar akademik. Dalam sidang vonis putusan yang dimulai pada 08.15 wib tersebut menghadirkan terdakwa Jumawarzi, JPU Kejari Tebo, Wawan Kurniawan dan Panitera PN Tebo. 

Dalam sidang putusan yang dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim PN, Armansyah Siregar menyatakan terdakwa Jumawarzi bersalah dan divonis dengan dua bulan kurungan, denda sebesar 10 juta. Dan apabila denda tidak dibayarkan maka terdawa Jumawarzi hukumannya digantikan dengan kurungan selama sebulan.

Pasca putusan terdakwa Jumawarzi, Armansyah Siregar saat dimintai tanggapan terkait hasil putusan mengatakan, dalam kasus ini ada tindak pidana yang dilakukan terdakwa Jumawarzi. "Yakni, dimana yang bersangkutan telah menggunakan gelar akademik tanpa hak, atau tanpa hak menggunakan gelar akademik," sebut Ketua PN Tebo, Armansyah Siregar.

Kendati dengan sengaja menggunakan gelar akademik tanpa hak, terdakwa Jumawarzi hanya mencantumkan gelar SH pada identitas diri yaitu, KTP dan Kartu Keluarga (KK). Hal ini seperti yang didakwaan kepada Jumawarzi  pada pasal 93 UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. "Gelar itu ia pakai hanya di KTP dan KK," kata Ketua PN Tebo.

Atas dasar itulah lanjut dia, Pihak Pengadilan memvonis terdakwa Jumawarzi dengan kurungan penjara dua bulan,  denda 10 juta dan subsider 1 bulan. "Dan itu adalah unsur yang meringankan, yakni tidak ada orang lain yang dirugikan dalam kasus ini," tegas Armansyah lagi.

"kemudian juga ijazah itu oleh yang bersangkutan tidak pernah digunakan sama sekali. Gelar SH nya hanya ia gunakan pada KTP dan KK yang ia buat sendiri," pungkasnya.

Terpisah, JPU Kejari Tebo Wawan, pasca sidang putusan menyatakan, pihaknya sejauh ini bakal melakukan banding pada kasus tersebut.

"Divonis dua bulan, dendanya 10 juta dan subsider 1 bulan kurungan. Kita akan banding," kata Wawan. ( red)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini