Menu Bawah

Iklan







Berita Acara Hasil Mediasi PT WKS Perlu Diperbaiki Kembali

Portal Tebo
15/04/20, 22:02 WIB Last Updated 2020-04-16T03:56:28Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Hari ini, Rabu (15/4) sejumlah pihak yang terdiri dari kelompok tani (KT) dan organisasi masyarakat sipil duduk bersama di Polres Tebo untuk membahas persoalan yang tengah terjadi antara perusahaan dengan masyarakat. 

Merujuk berita acara hasil pertemuan yang difasilitasi Polres Tebo diketahui ada 4 poin yang dihasilkan. 

Pertama, Pihak perusahaan maupun kelompok tani sepakat untuk bersama-sama menahan diri sehubungan dengan merebaknya wabah Covid-19 di Kab. Tebo, yaitu kelompok tani dan perusahaan sepakat tidak saling mengganggu areal yang menjadi garapannya masing-masing. 

Kedua, PT WKS mengevaluasi kembali penyemprotan zat kimia herbisida menggunakan drone di lahan konsesi dengan memperhatikan keamanan masyarakat sekitar. 

Ketiga, Bila ada masyarakat yang menanam di lahan yang telah digarap PT WKS agar PT WKS melaporkan ke ketua kelompok tani dan kepala desa, dan apabila tidak ditanggapi agar berkordinasi dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Jambi), Perkumpulan Reforma Agraria (Prana) maupun Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) selaku penghubung antara pihak perusahaan dengan PT. WKS

Keempat, Jika di point ke-3 tetap tidak ada penyelesaian pihak PT WKS atau masyarakat berhak melaporkan kejadian penyerobotan tersebut kepada pihak kepolisian.

Berita acara ini ditandatagani oleh kelompok Tani (KT) Mandiri, KT Sekato Jayo, KT Sungai Landai Bersatu, Prana, Walhi Jambi, KPA Jambi, PT WKS, Serta Kapolres Tebo dan Kades Lubuk Mandarsah sebagai pihak yang mengetahui. 

Namun pada berita acara tersebut setelah dicermati terdapat kejanggalan diantaranya pada ujung kalimat poin ke-3, yakni "... apabila tidak ditanggapi agar berkordinasi dengan Walhi Jambi, Prana maupun KPA selaku penghubung antara pihak perusahaan dengan PT. WKS. 

Kejanggalan pada redaksi tersebut adalah organisasi masyarakat sipil (Walhi Jambi, KPA Jambi dan Prana) dianggap penghubung antara pihak perusahaan dengan PT WKS. 

Sehingga memunculkan pertanyaan di mata pembacanya "sejak kapan organisasi-organisasi ini berperan sebagai penghubung antara perusahaan dengan PT WKS? Penghubung perusahaan mana?

Frans Dodi, Korwil KPA Jambi ketika di konfirmasi menyampaikan sepertinya ada kesalahan ketik karena pertemuan tadi cukup panjang mulai pukul 11.00 hingga pukul 16.00 Wib. 

“Sudah ada perbaikan-perbaikan tapi sepertinya disitu masih ada kesalahan ketik” ujarnya menjelaskan.

Apa yang disampaikan Dodi Senada dengan Abdullah, Walhi Jambi, Menurutnya tadi ada juga kegiatan di Polres terkait Covid-19 jadi memang agak padat, “agak rame tadi dari kawan-kawan media yang mau liput soal covid,”katanya, Harapan dia, Kesalahan ketik pada berita acara dapat diperbaiki kembali. (red/wil)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini