-->

Menu Bawah

Iklan

Iday Minta Komisi 1 Investigasi Dugaan Pungli di Disdukcapil Tebo

Portal Tebo
23/04/20, 13:44 WIB Last Updated 2020-04-23T06:44:47Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Rekaman suara praktek pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tebo, ternyata telah menjadi pembicaraan di Desan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo.

Wakil Ketua I DPRD Tebo, Syamsurizal dikonfirmasi PORTALTEBO.id memgaku jika dirinya telah mengetahui persoalan tersebut. Bahkan, dirinya juga telah meminta agar Komisi I DPRD segera melakukan investigasi terkait rekaman suara itu. 

Tidak itu saja, Iday sapaan Syamsurizal telah telah meminta kepada Komisi I segera dilakukan 

"Justru rekaman suara tersebut sudah saya shere di group DPRD Tebo," kata Iday sapaan Syamsurizal, Kamis (23/04/2020).

Ditegaskan Iday, permasalahan pungli yang ada dalam rekaman suara itu harus segera disikapi agar tidak terulang kembali. 

Dia juga mengaku telah meminta kepada Komisi I agar segera dilakukan hearing atau RDP khusus dengan Kadis dan seluruh Kepala Bidang (Kabid) du Disdukcapil Tebo. 

"Apa sebenarnya yang terjadi harus diberikan penjelasan secara terang benderang," kata Iday. 

"Artinya kurang pengawasan dan kontrol terhadap pelayanan yang bersentuhan dengan masyarakat banyak. Jadi kita mintak Kadis selaku penanggung jawab di instansi tersebut bertanggung jawab,"pungkas Iday. 

Diberikan sebelum, Kelompok Intelektual Anak Tebo (Kilat) mendesak Bupati Tebo, Sukandar segera mencopot Abu Bakar dari jabatanya. Ini disampaikan langsung oleh Ketua Kilat, Selamet Iryanto, Rabu (22/04/2020).

Alasan Selamet, gagalnya Abu Bakar karena ada dugaan praktek pungutan liar (Pungli) di dinas atau intansi yang dia pimpin. 

"Kami dari Kelompok Intelektual Anak Tebo minta kepada bapak bupati segera mencopot Abu Bakar dari jabatanya sebagai Kadisdukcapil Tebo. Sebagai Kadis, dia telah gagal menjalankan tugasnya," kata Selamet. 

Alasan Selamet, gagalnya Abu Bakar karena ada dugaan praktek pungutan liar (Pungli) di dinas atau intansi yang dia pimpin. 

Dia mengungkapkan, dugaan pungli tersebut berdasarkan rekaman suara yang didapat dari warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan (Adminduk). 

Kuat dugaan rekaman suara itu antara masyarakat dengan oknum pegawai di Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tebo. 

Pada rekaman itu lanjut Selamet, masyarakat tersebut ingin mengurus akta pernikahan dan dipinta (dikenakan) biaya sebesar Rp1,3 juta. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini