-->

Menu Bawah

Iklan

JAMBI DILANDA BENCANA CORONA?...

Portal Tebo
28/04/20, 14:26 WIB Last Updated 2020-04-28T07:26:44Z
masukkan script iklan disini


Peran Epidemiologi dalam Penanggulangannya

Oleh: Zarnuzi, S.KM.,M.Epid

Penyakit Corona atau dikenal dengan Coronavirus Disease (COVID19)berawal pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Selanjutnya kasus ini berkembang cepat ke berbagai negara dan telah menyebabkan kematian yang besar.

Pada tanggal 30 Januari 2020  WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengumumkan bahwa COVID19 merupakan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Global Health Emergency), pada saat itu  sekitar lebih dari 9000  masyarakat global dan 18 negara terinfeksi virus corona yang disebut SARS-CoV-2 penyebab pandemi COVID19. Pada tanggal 12 Maret 2020 WHO secara resmi mengumumkan bahwa penyakit corona (COVID19) sebagai pandemi.

Di Indonesia sendiri diawali dengan diumumkannya oleh Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi pada tanggal 2 Maret 2020 dua pasien positif virus corona yaitu ibu dan anak yang diduga tertular dari warga Jepang yang datang ke Indonsia. Setelah itu terus berkembang ke berbagai wilayah hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Pada tanggal 31 Maret 2020 pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Covid19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Dalam rangka Percepatan Penanganan Covid19, Pemerintah mengambil langkah dengan mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Pemerintah yaitu pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbatas daerah-daerah yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pemerintah juga telah menetapkan bahwa Covid19 sebagai bencana nasional.

Apakah kebijakan-kebijakan ini efektif dalam arti tepat atau terlambat dan mampu mengatasi covid19 di Indonesia masih banyak diperdebatkan oleh para pakar dibidang masing-masing baik hukum, ekonomi dan khususnya bidang epidemiologi. Namun yang kita lihat sampai saat ini kasus positif terus berkembang. Berdasarkan website  Gugus Tugas Pusat sampai tanggal 27 April 2020 di Indonesia tercatat 9.096 kasus terkonfirmasi (positif) dan meninggal sejumlah 765 orang (8,41%).

Provinsi Jambi yang terdiri dari 11 Kabupaten/Kota, dengan jumlah penduduk lebih kurang 3.529.808 jiwa yang terdiri dari laki-laki 1.780.917 dan perempuan 1.748.891 (Data BPS Tahun 2018), yang semulanya aman dari covid19, namun pada minggu-minggu terakhir maret menjadi heboh pemberitaan di media massa dan media sosial bahwa ditemukannya 1 kasus covid19 di Provinsi Jambi yaitu seorang pejabat di salah satu kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Untuk mengkonfirmasi kebenaran pemberitaan tersebut pada tanggal 23 maret 2020 melalui juru bicara Gugus Tugas Covid19 Provinsi Jambi mengumumkan secara resmi kasus positif pertama di Provinsi jambi yaitu lelaki berumur 55 tahun pada waktu itu tidak disebutkan lokasi kabupaten/kota kasus berasal. Namun dengan terus berkembangnya covid19 di Provinsi Jambi. Tim Gugus Tugas telah lebih transpran untuk menyampaikan data terkait lokasi kabupaten/kota kasus positif di Provinsi Jambi berasal. Sampai tanggal 26 April 2020 jumlah kasus positif di Provinsi Jambi berjumlah 32 kasus dan sudah sembuh sebanyak 1 orang dan alhamdulillah belum ada yang meninggal dunia.

Dengan terusnya bertambah kasus positif corona di provinsi jambi dan hampir seluruh kabupaten/kota sudah terdapat kasus positif, maka penulis tertarik untuk menulis artikel tentang   Peran Epidemiologi dalam penanggulanga covid19 khususnya di Provinsi Jambi. Dengan tujan, agar dapat memberikan informasi ke masyarakat dan salah satu referensi bagi pihak-pihak yang berkompeten untuk mengambil langkah-langkah yang lebih baik lagi dalam penanggulangan bencana non-alam Covid19 di Propinsi Jambi.


APA ITU EPIDEMIOLOGI

Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari tiga kata yaitu “Epi” yang artinya pada/tentang; “Demos” yang artinya penduduk; ”Logos” artinya Ilmu). Kalau kita terjemahkan secara harfiah yaitu Ilmu yang mempelajari tentang penduduk.

Banyak sekali pengertian epidemilogi yang dikemukan oleh para pakar/ahli, yang tidak akan penulis uraiakan disini satu per satu. Penulis akan menyajikan pengertian Epidemiologi secara umum.

Epidemilogi secara umum yaitu ilmu tentang Distribusi (Penyebaran) dan Determinan (faktor penentu) masalah kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk membuat perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan (Bustan, 2012).

Ada beberapa jenis epidemiologi, namun pada dasarnya dibagi atas tiga jenis:
  1. Epidemiologi deskriptif
Epidemiologi deskriptif berkaitan dengan frekuensi dan distribusi penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. Ini akan menjawab pertanyaan: 
Who (siapa), ini pertanyaan tentang Person (orang)yang terkena masalah terdiri dari beberapa variabel yaitu umur, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan lain-lain. 
Where (dimana), ini pertenyaan tentang Place (tempat)yaitu daerah kota, desa, pantai, daerah pertanian, industri dan lain-lain. 
When (kapan), ini pertanyaan mengenai Time (waktu) yaitu: Jam, hari, minggu, bulan dan tahun, musim hujan, panas dll.
  1. Epidemilogi Analitik
Epidemilogi analitik berkaitan dengan upaya untuk menganalisis faktor penyebab (determinan). Ini diharapkan akan mampu menjawab Why (kenapa) atau apa penyebab terjadinya penyakit/masalah tersebut.
  1. Epidemilogi Eksprimental
Epidemilogi eksprimental berkaitan dengan pembuktian bahwa penyakit itu disebabkan oleh faktor tertentu dengan menguji kebenarannya dengan percobaan (experiment).
Ketiga epidemilogi ini saling berkaitan dan mempunyai peranan masing-masing. Yang terpenting bahwa untuk mengungkapkan masalah dan pemecahan masalah epidemilogi dimulai dengan Epidemilogi diskriptif.

APA PERAN EPIDEMIOLOGI?..

Epidemiologi diharapkan dapat berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini dilakukan melalui kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan.
Menurut beberapa ahli ada 4 peran utama epidemiologi:
  1. Mencari kausa/penyebab terjadinya penyakit/masalah kesehatan
  2. Mengetahui riwayat alamiah penyakit: mendadak (emergency), akut atau kronis
  3. Deskripsi status kesehatan masyarakat: menurut umur, waktu, tempat dan lain-lain.
  4. Evaluasi keberhasilan berbagai intervensi: Promosi Kesehatan, pencegahan dan pelayanan kesehatan
Salah satu peran epidemilogi dalam penanggulangan COVID19 yaitu menggambarkan (deskripsi) penyakit corona. Dalam hal ini penulis akan menguraikan Bagaimana Gambaran/Karakteristik Epidemiologi Penyakit Corona (COVID19) di Provinsi Jambi yang akan penulis uraikan dibawah ini. Dari gambaran tersebut dan dengan kebijakan-kebijakan serta intervensi yang telah dilakukan apa langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat pada umumnya.

KARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI COVID19 di PROVINSI JAMBI

Disini penulis akan menguraikan bagaimana gambaran epidemiologi penyakit corona (COVID19) yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah provinsi melalui juru bicara gugus tugas covid19, yang penulis peroleh dari website resmi pemerintah dan beberapa media massa online baik lokal maupun nasional yang tidak penulis nama medianya untuk menjaga kode etik jurnalistik. Data hanya terbatas pada beberapa variabel yang tersedia yaitu umur, jenis kelamin, tempat (kabupaten asal kasus) dan waktu ditemukan (diumumkan ke publik).

Dalam artikel ini penulis akan menguraikannya secara diskriptif dalam bentuk pertanyaan yaitu: 
  • Who (siapa), ini pertanyaan tentang Person (orang) yang terkena masalah terdiri dari beberapa variabel yaitu umur, jenis kelamin.
  • Where (dimana), ini pertenyaan tentang Place (tempat)yaitu kabupaten/kota kasus berasal. 
  • When (kapan), ini pertanyaan mengenai Time (waktu) yaitu: Minggu ke berapa dari bulan tersebut kasus ditemukan (pengumuman resmi pemerintah dianggap tanggal ditemukan).
   
Data yang akan penulis uraikan ini yaitu data kasus positif penyakit corona (Covid19) sejak awal ditemukan di Provinsi Jambi yaitu tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan 26 April 2020 yang berjumlah 32 kasus/orang, yaitu sebagai berikut: 


  1. SIAPA (WHO) ? 

Pertama penulis akan menjelaskan umur berapa kasus positif corona di Provinsi Jambi, yang penulis kelompokkan berdasarkan kelompok umur oleh Kementerian Kesehatan RI, yaitu dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Pada grafik 1, dibawah ini dapat diketahui bahwa jumlah kasus positif penyakit corona di Provinsi Jambi terbanyak pada kelompok umur Lansia Awal (46-55 tahun) yaitu 12 orang (37,5%).


Kedua, penulis akan menjelaskan apa jenis kelamin kasus positif corona di Provinsi Jambi, yang penulis kelompokkan menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan.

Pada grafik 2, dibawah ini dapat diketahui bahwa jumlah kasus positif penyakit corona di Provinsi Jambi terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 17 orang (53,1%).

  1. Where (dimana) ?

Penulis akan menjelaskan tempat (nama) kabupaten/kota kasus positif corona (covid19) di Provinsi Jambi berasal, yang penulis kelompokkan berdasarkan kode kabupaten dari Kementerian Dalam Negeri.

Pada grafik 3, dibawah ini dapat diketahui bahwa 3 (tiga) kabupaten yang jumlah kasus positif penyakit corona di Provinsi Jambi terbanyak adalah kabupaten/kota yang mempunyai kode 15.02 yaitu 10(31,3 %), kemudian kedua kode 15.71 yaitu 9 (28,1%) dan yang ketiga 15.06 yaitu 4 (12,5%). Tiga Kabupaten/Kota itu adalah berturut-turut: Merangin, Kota Jambi dan Tanjung Jabung Barat.


  1. When (Kapan)
Penulis akan menjelaskan Time (waktu) yaitu: Minggu ke berapa dari bulan tersebut kasus ditemukan (pengumuman resmi pemerintah dianggap tanggal ditemukan).

Pada grafik 4, dibawah ini dapat diketahui bahwa terjadi tren kenaikan jumlah kasus dari minggu ke minggu tiap bulannya. Kenaikan terbesar terjadi dari minggu ketiga april ke minggu keempat april. Dari 4 kasus (12,5%) ke 13 kasus (40,6%). Untuk minggu ke lima April terjadi penurunan bisa jadi karena baru hari pertama (26 April) yaitu ada 11 kasus (34,4%).

Langkah-langkah apa yang dapat dilakukan kedepan?
Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota telah berupaya dengan segala kekuatan dan sumber daya yang ada untuk perang melawan covid19. Telah banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah khususnya pemerintah provinsi jambi dan kabupaten/kota serta langkah-langkah yang diambil untuk memutus mata rantai penularan yaitu dengan mengeluarkan surat edaran, keputusan gubernur, keputusan bupati/walikota terkait covid19. 
Namun jika dilihat dari gambaran epidemiologi diatas meskipun dengan data yang terbatas dan tanpa bermaksud menggurui, harapannya kedepan segera melakukukan langkah-langkah yang lebih intensif lagi dalam penanggulangan bencana covid19. Yang telah dilakukan jika dianggap baik terus dilakukan, yang dirasa kurang harus segera dievaluasi. 
Langkah-langkah yang dapat dilakukan diantaranya sebagai berikut: Perlu  terus dilakukan pelacakan secara aktif terhadap semua kontak dengan kasus positif, lakukan tes cepat secara besar-besaran, sosialisasikan secara massif “DI RUMAH AJA” dan ‘JAGA JARAK SOSIAL”, kalo memungkinkan lakukan tes cepat PCR, berikan insentif kepada siapa saja warga yang secara suka rela melaporkan diri kalo mempunyai gejala penyakit (covid19),lengkapi RS dengan fasilitas yang lengkap, lengkapi paramedis di RS  dan Puskesmas serta jaringannya dengan perlengkapan APD yang layak, kalo memungkinkan manfaatkan laboratorium pemda untuk tes PCR, kegiatan penyemprotan disenfektan massal (dijalan, rumah, taman, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya) harus dipertimbangkan kembali karena manfaatnya sedikit dan bahkan dapat membahayakan masyarakat jika terhirup.
Dan pada era keterbukaan ini agar akses informasi terus diupayakan ke masyarakat melalui website gugus covid19 masing-masing kabupaten/kota yang tersedia khususnya kabupaten/kota yang belum optimal terkait data ini, yaitu berapa jumlah positif, jumlah ODP, PDP dan kalau memungkinkan OTG per kecamatan. Agar masyarakat  aware dan ikut berpartispasi penuh dalam penanggulangan Bencana ini. Masyarakatlah yang merupakan garda terdepan dalam penanggulanan Bencana Covid19 ini. 
Untuk masyarakat ikuti anjuran pemerintah, khusus yang mau mudik lebaran tahun ini terutama yang berasal dari daerah kabupaten/kota yang banyak kasus positifnya untuk ditunda dulu sampai pemerintah mengumumkan bahwa covid19 tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi. 
Dan terakhir tidak cukup dengan himbauan-himbaun saja perlu segera dipertimbangkan untuk mengusulkan ke pusat agar segera dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. 

Zarnuzi, S.KM.,M.Epid,
Alumni S2 Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat-UI 
Anggota Ahli Epidemiologi Indonesia, Kabupaten Tebo 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini