Menu Bawah

Iklan

Kasus LPJU Tebo, Rekanan Dituntut Lebih Ringan

Portal Tebo
09/04/20, 11:22 WIB Last Updated 2020-04-09T04:22:15Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JU Kejari) Tebo telah membacakan tuntutan terhadap para terdakwa kasus mark up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Kabupaten Tebo Tahun 2017. Tuntutan dibacakan saat sidang di Pengadilan Tipikor, Rabu (08/04/2020).

JPU menuntut para terdakwa dengan pidana penjara yang berbeda. Mantan Kadis PMD Tebo, Suyadi dituntut hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara pihak rekanan yakni Cahyo Heri Prasetio dituntut 2 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Jika terdakwa tidak membayar denda sesuai waktu yang telah ditentukan, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,” kata JPU Kejari Tebo, Wawan Kurniawan, SH, Kamis (09/04/2020).

Wawan meyakini jika kedua terdakwa terbukti melakukan Mark Up Pengadaan 601 unit LPJU. Anggaran keseluruhan pengadaan LPJU tersebut Rp3,6 miliar yang menggunakan APBDes Tahun 2017 oleh 102 desa di Tebo.

Sementara, berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi, Wawan mengatakan, ditemukan kerugian keuangan daerah pemerintahan Kabupaten Tebo sebeesar Rp1,6 Miliar.

"Untuk Suyadi kita dibebankan hukuman tambahan membayar kerugan negara sebesar Rp659 juta. Jika tidak dibayar akan digantikan dengan hukuman penjara selama 2 tahun 3 bulan," kata Wawan. (red)


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini