-->

Menu Bawah

Iklan

Lahan TOL Di Muaro Jambi Terindikasi Dikuasai Pengusaha

Portal Tebo
07/04/20, 19:17 WIB Last Updated 2020-04-07T12:17:58Z
masukkan script iklan disini
PORTALTEBO.id - Sepekan terakhir suasana di area Tanah Objek Landreform (TOL) yang berlokasi di Desa Tarikan Kec. Kumpe Ulu, Kab. Muaro Jambi agak memanas. Pasalnya, sempat terjadi kisruh antara warga dengan sejumlah orang yang ada di lokasi untuk mengamankan lahan pada Kamis (2/4) sehingga warga dan kepolsian masih berjaga-jaga.

Demikian diutarakan Antoni, Warga sekaligus Koordinator Kelompok Tani Perahu Gading (KTPG) bersama Namawi dan Zikwan saat bertemu di Kantor Walhi Jambi Senin (6/4/2020).

Menurut Antoni, Kisruh terjadi pada lokasi TOL dengan SK No.358/VI/1992 seluas 496,50 hektar karena di lahan tersebut sebahagian besar sudah dikuasai pengusaha. 

Dengan rincian 145 hektar oleh AL, 315 hektar oleh AS, 20 hektar oleh CC. "Di lahan inilah yang saat ini sedang berkonflik dengan masyarakat.' ujarnya.

Kemudian pada lahan TOL SK No.13/VI/1997 seluas 480,95 infonya sudah dikuasai oleh BU dan HD tapi belum digugat masyarakat karena belum berkonflik.

Dalam kesempatan itu pihaknya berharap Walhi Jambi bisa membantu mendampingi agar konflik antara warga dengan sejumlah pihak bisa diatasi dengan baik.

Abdullah, Manager kampanye Walhi Jambi membenarkan ada kunjungan perwakilan dari KTPG ke kantor mereka. 

Menurutnya secara prinsip Walhi siap bantu namun secara kelembagaan pihaknya perlu mandat untuk prosesnya. 

"Kami sedang mempelajari bahan-bahan yang ada. Lahan ini adalah lahan Tanah Objek Landreform (TOL) yang total luasnya 977,45 hektar. TOL ini berdasarkan SK No.358/VI/1992 seluas 496,50 dan SK No.13/VI/1997 seluas 480,95 hektar. Sementara ini secara umum masyarakat berharap bisa memanfaatkan tanah tersebut tanpa ada gangguan di lokasi" ujar Abdullah.

"Menurut info dari warga hari ini (7/4) akan ada tim dari provinsi yang akan meninjau lokasi. Nanti kita update lagi untuk lebih jelasnya" tutup Abdullah. (wil/red) 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini