Menu Bawah

Iklan







Misi PT WKS di Desa Ini Jauh Panggang Dari Api

Portal Tebo
29/04/20, 17:31 WIB Last Updated 2020-04-29T10:32:09Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Misi PT Wira Karya Sakti (PT WKS) untuk menyediakan lapangan kerja, kesempatan usaha bagi masyarakat dan industri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa sekitar bisa dibilang masih jauh panggang dari api. 

Seperti yang diutarakan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Danau Lamo, Kec. Marosebo Kab. Muaro Jambi, saat ditemui media ini.

“Kalu kontribusi perusahaan untuk desa sejak sayo menjabat rasonyo dakdo,”ujar Ismail, Kades setempat menyampaikan.

Begitu pula menurutnya mengenai serapan tenaga kerja bagi masyarakat sebab dari 500 KK 2000 jiwa penduduk di desanya paling 1-2 orang yang terserap oleh perusahaan.

“Begitu jugo bantuan atau program sejak sayo jadi kades dari 2016 rasonyo jugo dakdo” ujarnya kembali menegaskan.

Sebagaimana diketahui, Desa Danau Lamo merupakan salah satu desa dari 20 ‘Desa Binaan PT WKS’ yang ada disekitar distrik VII perusahaan. 

Desa ini penduduknya terbilang padat karena ada 1300 mata pilih yang terdiri dari 500 KK 2000 jiwa. 

Areal kerja Distrik VII sendiri secara administrasi berada di Kab. Muaro Jambi dan Kab. Tanjung Jabung Timur.  

Secara astronomis terletak pada 01° 06’ 26” - 01° 29’ 19” LU dan 103° 33’ 55” - 103° 55’ 17” BT dan Secara kelompok hutan berada di Batanghari-Sungai Lagan-Sungai Mendahara. 

Apa yang diutarakan oleh Kades dan Masyarakat Desa Danau Lamo di tepis oleh PT WKS sebab menurut mereka tidak seperti itu. 

Menurut pihak perusahaan, tidak adanya bantuan atau pemberdayaan di desa itu karena kades atau masyarakatnya sendiri yang menolak untuk di bantu.

“Pernah kita mau bantu pengobatan gratis tapi di tolak. Sebelum Kades yang sekarang ini disitu kita sering membangun seperti untuk stadion, lapangan bola, jalan, tapi sejak kades sekarang banyak yang di tolak,” ujar Taufik, Humas PT WKS saat dikonfirmasi (21/4).

Taufik sendiri mengaku kurang tau latar belakang penolakan tersebut ketika itu ditanyakan.

Sementara itu, Kadir (43) Warga desa sekaligus Pengurus Kelompok Tani Pantang Mundur yang menaungi 800 anggota di desa itu punya cerita pula.  

Menurutnya, Mereka kerap mengajukan permohonan dukungan untuk perayakan hari-hari besar tapi kerap tidak dipenuhi bahkan permohonan dukungan untuk usaha ekonomi kelompok tani yang ingin usaha juga tidak ada progres. 

“Ai banyaklah alasan, katonyo pengajuan itu disampaikan terlalu mepet waktu. Begitu jugo dengan usulan kito untuk usaha madu katonyo nak disampaikan ke pusat dulu sampai sekarang angin yang ado” tuturnya. 

Menurutnya, Konflik lahan antara warga dengan perusahaan sejak tahun 2004 hingga kini juga belum selesai.

Terkait lahan 3.800 hektar karena diatas obyek secara faktual hingga sekarang masih digarap  perusahaan. 

Padahal menurutnya sejak tahun 2016-2017 telah dicapai naskah kesepakatan kerjasama (NKK) atas lahan tersebut dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK). 

“Hasil verifikasi objek seluas 3.800 hektar, Subyeknya 409 KK dari 800-an anggota” ujar Kadir menerangkan.

Namun belakangan, Kata Kadir, diatas obyek tersebut ada  sengketa antara Maskur Anang/PT Riki Mas dengan PT WKS. 

Begitu pula menurut Ismail, Kepala desa setempat, Sebelum wilayah itu di garap oleh perusahaan di situ merupakan tempat mata pencarian warga untuk mencari ikan, rotan, getah jelutung dan berkebun. 

“Dulu, Sekitar tahun 2004 sempat bentrok hingga bakar camp karena adanya penggusuran”ujarnya. Harapan mereka, Segera kembalikan lahan tersebut ke masyarakat. 

Sebagaimana diketahui, Ringkasan publik yang di rilis fcpmonitoring visi PT WKS adalah menjadi perusahaan kehutanan kelas dunia yang mempraktekkan pengelolaan hutan secara lestari dengan mengembangkan hubungan sosial yang harmonis, layak secara ekonomi dan ramah lingkungan.

Misinya yaitu mengelola dan mengembangkan sumberdaya hutan secara profesional guna meningkatkan manfaat bagi pemangku kepentingan dengan empat cara diantaranya menyediakan lapangan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat dan industri terkait guna meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. (red/wil)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini