-->

Menu Bawah

Iklan

Proyek Dikuasai Sekelompok Orang, Dewan Soroti Lelang Proyek di Tebo

Portal Tebo
16/04/20, 12:50 WIB Last Updated 2020-04-16T05:51:54Z
masukkan script iklan disini
Ilustrasi/NET
PORTALTEBO.id – Komisi III DPRD Kabupaten Tebo melaksanakan hearing bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR), Selasa (15/04/2020) diruangan Komisi III terkait pembahasan Nota Pengantar Laporan LKPJ Bupati Tebo Tahun 2019.

Hearing dihadiri ketua DPRD Mazlan S.Kom dan Wakil Ketua Samsurizal SE.M.Si serta anggota komisi III DPRD Tebo.

Dikutip dari laman lampukuning.id, Hearing tersebut langsung dipimpin oleh ketua komisi III Fahlefi. Sedangkan pihak Dinas PUPR dihadiri oleh Kadis, Sekdis, Kabid Bina Marga, Kabit Cipta Karya, SDA, Perkim, Kabag Pembangunan ULP ( Bangda ULP) dan ketua kelompok kerja ( POKJA).

Dalam hearing yang digelar sejak pagi sekitar pukul 10:00 Wib, rapat dengar pendapat tersebut sempat tertunda disebabkan Dinas PUPR dan ULP tidak memiliki data yang valid. Meski sempat tertunda, hearing tetap dilanjutkan pada pukul 14:00 Wib.

Dalam hearing Kabag Bangda, Sobirin memaparkan bahwa, proyek tender yang sudah berjalan di Unit Layanan Pengadaan ( ULP) sekitar 47 persen dari total anggaran 202 miliar. Sedangkan 53 persen sisanya berkas belum masuk.

Sementara itu dari hasil hearing ini, Wakil Ketua dprd Samsurizal menemukan kejanggalan terhadap proses tender yang dilakukan oleh unit layanan pengadaan.

Hal ini dibuktikan dengan adanya salah satu CV pemenang tender pada tahun lalu yang tidak menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan aturan yang berlaku pada per 31 Desember 2019 yang terealisasi hingga 40 persen dari anggaran Rp 2,3 miliar.

“Saya minta kepada pihak unit layanan pengadaan Tebo harus jujur, adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam tender tersebut pasalnya saya lihat tender tersebut dimenangkan oleh salah satu CV, pada pengerjaan proyek tahun lalu mempuyai masalah dalam proses kerjaan, koq masih bisa menang,” jelas Iday sapaan akrabnya.

Lebih parahnya lagi, ada 4 sampai 5 CV yang mengerjakan puluhan paket di kabupaten Tebo. Bahkan satu CV bisa mengerjakan 4 sampai 5 paket tender. Hal itu dikatakan oleh Iday, berdasarkan data yang didapatkan dari hearing.

“Jangan CV Bermasalah pada tahun lalu masih juga memenangkan tender pada tahun ini, seolah-olah dana pembangunan APBD Tebo dikuasi oleh sekelompok orang tertentu,” ungkap Iday.

Lebih lanjut iday mengharapkan kepada pihak terkait dalam proses lelang distribusikan secara merata agar ada keadilan dalam pekerjaan pembangunan dengan menggunakan APBD kabupaten Tebo kedepannya. (red)

Sumber: lampukuning.id




Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini