-->

Menu Bawah

Iklan

Berantas PETI, PERMAHI Minta Seluruh Elemen Masyarakat Dilibatkan

22/05/20, 22:36 WIB Last Updated 2020-05-22T15:36:02Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia Jambi (PERMAHI) mengadakan silaturahmi bersama Kapolres Muaro Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji S,IK.di ruang kerja  kapolres Bungo, Jumat (22/05/2020) sekira pukul 14.00 s/d 16.00 Wib, 

Kedatangan PERMAHI yang diketuai Hasbi Ashshiddiqi disambut langsung Kapolres Bungo yang didampingi Kasat Intel Polres Bungo. Disamping menyampaikan persoalan pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), juga meminta Kapolres untuk bersedia mendukung program diskusi On Line.

"Alhamdulillah bapak Kapolres Bungo merespon dan bersedia untuk melakukan diskusi On Line tersebut," kata Hasbi Ashshiddiqi Ketua Umum PERMAHI, usai silaturrahmi.

Selain itu, pada kesempatan ini PERMAHI juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Bungo dan Polda Jambi yang telah berupaya memberantas aktifitas PETI. 


Namun diharapkan dengan pihak kepolisian tidak hanya berhenti  pada pelaku yang ditangkap," PERMAHI inginkan pemilik dan pemodal alat berat tersebut juga dapat turut bertanggung jawab," tegas putra asli kelahiran Bungo ini.

Dikatakan mahasiswa Fakultas Hukum UNJA ini, persoalan pemberantasan PETi seluruh elemen masyarakat harus berperan, serta peran pemerintah Kabupaten dalam keseriusan untuk menyikapi pelaku PETI.

"Bila perlu lakukan upaya sosialisasi melalui instansi leading sektor terkait akan bahaya Penambangan Emas illegal yang melanggar Undang Undang juga mempunyai dampak yang sangat luas diantaranya,kerusakan lingkungan yaitu banyaknya ikan yang mati dan lahan menjadi tidak subur," kata dia. 

Selama ini menurut dia, banyak kejadian dampak yang mengerikan adalah kehilangan nyawa akibat longsor dan tertimbun dalam lokasi Peti atau Dompeng .

" Stop dan Tolak PETI sebelum menelan korban jiwa, masyarakat secepatnya harus sadar akan dampak negatif dan untuk lebih peduli akan kelestarian lingkungan," papar Hasbi.

Menurut dia lagi, pemberantasan PETI harus lebih gencar lagi. Kapan perlu, Pemerintah Kabupaten melibatkan atau meminta dukungan masyarakat sekitar yang tentunya tidak ingin terpapar bahaya dari zat Mercuri yang terkandung dalam kegiatan PETI. Pasalnya, kandungan Mencuri sangat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan tubuh manusia, terlebih lagi aliran sungai yang tercemar PETI hampir dinikmati warga sepanjang tepian aliran Sungai.

Untuk suatu contoh kasus yang tengah ditangani pihak Polres Bungo yang terjadi di desa Batu Kerbau kata dia, warga diminta tidak menutupi atau melarang proses pengembangan kasus ini, karena puluhan alat berat masih terdapat di tempat kejadian. Harapannya, pemilik dan pemodalnya juga tertangkap agar ikut bertanggung jawab atas kejadian kasus ini.

"Warga harus terbuka, bila perlu bantu pihak kepolisian untuk melakukan pengembangan terhadap pemilik dan pemodal alat berat di desa Batu Kerbau dan Kecamatan Limbur," tuturnya.

Lanjut Hasbi, disini dapat di analisis bahwa kendala dalam penegakan hukum terhadap pertambangan galian C tanpa izin di Kabupaten Bungo yaitu, kurangnya kesadaran hukum masyarakat, pelaku penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Bungo ini di duga di back-up oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," dan  upaya yang kami harapkan dari semua lini mendesak semua aspek berjalan sesuai TUPOKSInya," tegas dia.

Diketahui, jelas Hasbi, Penambang Emas Tanpa Izin merupakan kasus lama yang menghantui Provinsi Jambi. Padahal Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup mengatakan bahwa, pemerintah daerah mempunyai tugas dan wewenang dalam pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Seharusnya pemerintah berperan penting dalam mengedukasi tentang dampak yang ditimbulkan dari penambangan ilegal tersebut.. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini