-->

Menu Bawah

Iklan

Dukung REDC19: UIN STS Jambi Kirim Ratusan Mahasiswa Sebagai Relawan.

Portal Tebo
08/05/20, 10:30 WIB Last Updated 2020-05-08T03:30:00Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Pusat kajian demokrasi dan kebangsaan (PUSAKADEMIA) tak henti-hentinya melakukan kreasi dalam upaya bersama memerangin wabah virus Covid-19, setelah melakukan serangkaian edukasi melalui webkusi dan terjun langsung memberikan bantuan social bagi masyarakat terdampak, hari ini (7 Mei 2020 red), Pusakademia membentuk dan melakukan pelatihan bagi Relawan Edukasi Daring Covid-19 (RED-C19).

Pelatihan dilakukan secara daring (online) via TeamLink. Tampak para relawan yang telah direkrut mengikuti pelatihan ini dengan baik dan menyerap ilmu dari beberapa narasumber yang dihadirkan. 

Pada kesempapatan itu, Direktur Pusakademia, Mochammad Farisi, LL.M menjelaskan bahwa latar belakang dibentuknya relawan ini adalah; pertama, grafik/curva penyebaran pasien positif semakin hari semakin meningkat, setelah dua bulan sejak diumumkan presiden pada tanggal 2 Maret 2020, per 2 Mei 2020 kemarin, di Indonesia ada 10.843 kasus positif, sembuh 1.665 orang dan meninggal 831 orang. 

Khusus di Jambi pasien positif grafiknya juga semakin naik, pada tanggal 4 April 2 orang, 11 April meningkat menjadi 4 orang, 18 April menjadi 8 orang, 25 April menjadi 21 orang, dan 2 Mei menjadi 32 orang positif. 

Lebih parah lagi, selain permasalah covid-19 yang terus naik, berita hoax seputar Covid-19 juga meningkat di media sosial, tercatat lebih dari 300 kasus berita hoax dan disinformasi teridentifikasi oleh Menkominfo. Tim Patroli Siber Polri juga mengindetifikasi 41 kasus tentang Covid-19. selain itu masyarakat juga belum teredukasi dengan baik terkait wabah ini, terbukti masih ada masyarkat yang tidak memakai masker, keluar rumah untuk aktiftas yang tidak penting, membuat stigma negative tentang pasien positif, menolak jenazah pasitif Covid-19, dsb.

Berdasarkan kajian PUSAKADEMIA, media social belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat komunikasi, informasi, edukasi, dan motivasi (KIEM) yang baik tentang Covid-19 serta menangkal berita hoax. Padahal hasil Riset We Are Social “Digital 2020 menunjukkan bahwa Dari 272,1 Juta, 64% nya atau 175,4 Juta Penduduk Indonesia Menggunakan Internet, 59% atau 160 Juta orang dari Total Penduduk Indonesia Menggunakan Media Sosial, 96% Menggunakan Smartphone Untuk Berselancar Internet, dan Media Sosial yang Populer Digunakan: Youtube, Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter, line, FB Messenger, linked, Pinterest, dan Wechat

Untuk itu perlu dibentuk relawan edukasi daring covid-19 (RED-C19) yang bertugas melakukan komunikasi, informasi, edukasi, dan motifasi bagi masyarakat melalui kreatifitas dalam bentuk flyer atau bentuk lainnya yang berisi himbauan pemerintah dan conten-positif dari sumber yang resmi dan terpercaya.

“Perlu edukasi yang lebih terstruktur, massif dan sistematis mengenani bahaya dan solusi pencegahan penularan Covid-19 kepada masyarakat. PUSAKADEMIA telah menggagas pembentukan Relawan Edukasi Daring Covid-19 (RED-C19) yang akan menjadi mitra pemerintah melakukan komunikasi, informasi, edukasi dan motifasi (KIEM) yang baik tentang Covid-19 melalui Media social”

Dalam kesempatan itu, ketua RED-C19 Bahren Nurdin juga menyampaikan bahwa jika media sosial dimanfaatkan secara baik dan terorganisir maka ribuan orang akan teredukasi. “mari kita buat asumsi kasar. Jika masing-masing relawan memiliki 3 grup WA dan masing-masing grup ada 100 orang (300 orang), dan kita memiliki 518 relawan, maka dalam waktu bersamaan akan ada 155,400 orang yang akan menerima pesan positif. Wow, sangat besar!”. Bahren juga memprediksi jumlah yang lebih besar jika dilakukan pada berbagai media sosial lain seperti IG, Facebook, Twitter, dan lain-lain. 

Menyangkut teknis pelaksanaan, akademisi UIN ini juga menjelaskan bebreapa tahapan yang dilakukan. Sejak  27 April – 07 Mei kami membukan pendaftaran dan sampai saat ini sudah lebih dari 500 orang relawan mendaftar dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, selain itu kami juga melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk bekerjasama, Alhamdulillah RED-19 didukung oleh Subdit Siber Ditreskrimum Polda Jambi, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi, Wakil Rektor bidang kemahasiswa UIN STS Jambi dll. 

UIN STS Jambi telah mengirim ratusan mahasiswanya untuk menjadi relawan. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN STS Jambi, Dr. Bahrul Ulum, menyampaikan dukungan penuhnya kepada para relawan dan tim PUSAKADEMIA. UIN STS Jambi sangat konsern terhadap hal-hal semacam ini. “Kegiatan yang dibingkai dalam RED C19 ini sbagai bentuk empati  kalangan kampus utk ikut berkontribusi dalam melawan penyebaran covid 19, dengan melakukan berbagai aktivitas yg bersifat edukasi pd masyarakat. Kehadiran RED ini sebagai langkah nyata dan sekaligus dapat bersinergi dgn tim gugus covid dari pemerintah utk bersama sama menghadapi pandemi covid 19 ini.” 

Menyangkut dengan pelatihan, Bahren menjelaskan, bahwa hari ini diadakan pembukaan dan pelatihan relawan tahap I dengan menghadirkan narasumber Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. M. Edi Faryadi, SH., S.I.K, M.H, Kasubdit Cyber AKBP Wahyu Bram, dan Heri Novealdi, Trainer Google News Initiative.

Dalam paparannya, Direreskrimsus menekankan pentingnya melawan pemberitaan yang bersifat hoaks. Hoaks sangat berbahaya dan mengganggu penanganan covid-19. Maka kepada relawan REDC19 harus aktif melaporkan jika ditemukan hoax di tengah masyarakat. Dan yang paling penting “Jangan ikut-ikutan menyebarkan berita hoax. Perbanyaklah menyebarluaskan berita-berita positif” tegas beliau. Perwira polisi ini juga menyatakan dukungan penuh Polda Jambi kepada para relawan dan PUSAKADEMIA.

Dalam kesempatan itu, Kasubdit Siber Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram dengan detail juga menjelaskan bagaimana penanganan dan penangkalan berita-berita hoaks di tengah masyarakat sebagai bekal bagi relawan di lapangan. Dari sisi media, Heri Novealdi, menjelaskan bagaimana mengidentifikasi sebuah berita baik yang berupa teks, gambar maupun video. Beliau juga berbagai beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan relawan untuk melacak kebenaran sebuah berita. “Jangan lupa kawan-kawan REDC19 untuk membuta tagar (tanda pagar) dalam setiap aktivitas kerelawanan agar mudah dilacak” pungkasnya.

Untuk aktivitas kerelawanan sendiri, Ketua REDC19, Bahren memaparkan bahwa mulai 9 Mei para relawan mulai melakukan aktivitas mereka dengan menghimpun informasi yang baik dan benar tentang Covid-19 dari situs dan akun medsos resmi yang telah ditentukan, misalnya situs/medsos resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kemenkes, BNPB, Menkominfo, dan Pemprov. Jambi, relawan akan melakukan kegiatan KIEM selama satu bulan dan bisa diperpanjang. 

Semoga Pembentukan Relawan Edukasi Daring – Covid19 (RED-C19) bisa mengedukasi dan memotifasi masyarakat dengan baik dan tercipta sinergi saling menguatkan dalam memerangi wabah Covid-19. Amin. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini