-->

Menu Bawah

Iklan

Polres Tebo Bakal Melestarikan Ekosistem Disekitar Kawasan TNBT

Portal Tebo
06/05/20, 21:08 WIB Last Updated 2020-05-06T14:08:54Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Polres Tebo bersama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jambi, berencana akan melakukan operasi perlindungan dan pelestarian hutan, dikawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) serta akan menjadikan kawasan Wilayah Cinta Alam/Wildlife Conservation Area (WCA) di Kabupaten Tebo.

Kapolres Tebo, AKBP Abdul Hafidz, S.I.K. Rabu (06/05/2020) mengatakan, selain BKSDA Jambi, Polres Tebo juga akan menggandeng PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) sebagai perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI)karet alam terintegritas, sebagaimana juga untuk berupaya dalam melestarikan habitat satwa liar yang dilindungi dan tumbuhan langka di kawasan yang menjadi penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

“Kita akan bekerjasama dengan BKSDA, KPHP Tebo Barat dan LAJ untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat melestarikan hutan. Kami memberikan pemahaman kepada warga bahwa pembalakan liar, perambahan hutan, serta kebakaran hutan dan lahan, pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup baik manusia dan lingkungan,” kata Kapolres.

Sedangkan untuk kawasan yang dijadikan Kawasan Wildlife Conservation Area (WCA), PT. LAJ bersedia memberikan lahannya seluas 9.700 ha, sebagaiman lahan tersebut berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ini ditujukan sebagai habitat bagi berbagai satwa liar dan keanekaragaman hayati termasuk berbagai tumbuhan endemik, sekaligus sebagai ruang jelajah bagi Gajah Sumatera. Tambahnya.

"Jelas untuk lokasi kawasan WCA itu sendiri pihak LAJ akan memberikan sekitar 9.700 ha, lokasinya berdekatan dengan kawasan TNBT 30, sehingga dapat menjadi ruang gerak jelajah habitat Gajah Sumatera disana nanti,"ungkap Kapolres.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melalui Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IX Tebo Barat Taupiq Bukhari, Sangat mendukung dan mengapresiasi upaya operasi gabungan yang dilakukan dalam upaya pelestarian ekosistem kawasan hutan.

“Ini adalah bentuk upaya yang sangat baik. Kami sepenuhnya mendukung kegiatan operasi ini sebagai upaya perlindungan dan pelestarian terhadap keutuhan ekosistem kawasan hutan” kata Taupiq.

Sementara Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh menerangkan, bahwa BKSDA telah mencanangkan bahwa kawasan WCA adalah bagian penting Kawasan Ekosistem Esensial untuk Gajah di Lanskap Bukit Tigapuluh. Melindungi dan melestarikan hutan di kawasan ini akan memberikan manfaat yang sangat besar baik bagi kelestarian lingkungan, satwa, tanaman dan juga masyarakat. 

“Kami juga mensosialisasikan kepada warga, agar turut serta menjadi bagian penting pelindung kawasan WCA. Jika hutan rusak, maka potensi konflik manusia dengan satwaliar akan besar. demikian juga ancaman bencana alam termasuk menghilangnya sumber-sumber mata air,” kata Kepala BKSDA Jambi.

Kepala BKSDA juga menjelaskan bahwa area WCA adalah perlintasan kawanan Gajah Sumatera yang dilindungi. Jika area tersebut lestari, maka gajah-gajah tersebut tidak akan masuk ke pemukiman dan lahan pertanian warga. Perlindungan kawasan WCA ini pada akhirnya akan mengurangi potensi konflik warga dengan satwaliar.

"Saya yakin, jika rencana ini jalan tidak akan ada lagi gajah-gajah masuk ke pemukiman maupun lahan pertanian warga. Sehingga pontensi konflik warga dan satwaliar akan dibilang tidak akan terjadi,"ketusnya.

Terlebih saat ini PT. LAJ telah memiliki Tim Ranger yang bertugas melakukan berbagai upaya perlindungan dan pelestarian kawasan WCA. Salah satu upaya pelestarian yang dilakukan antara lain adalah dibangunnya kebun pembibitan untuk konservasi. Hingga saat ini terdapat 115 jenis tanaman yang berhasil dikembangkan, terdiri dari 45 pohon hutan yang telah teridentifikasi jenisnya, 43 pohon yang belum teridentifikasi jenisnya dan 27 tanaman domestik. Diantara pohon yang berhasil dikonservasi adalah meranti kuning (Shorea peltata) dan Balau (Parashorea lucida) yang keduanya berstatus Critically Endangered (IUCN).

"Dari hasil budidaya di kebun pembibitan konservasi tersebut, tim Ranger LAJ hingga saat ini sudah melakukan penanaman kembali sebanyak 4.566 pohon di area WCA,"tutupnya. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini