-->

Menu Bawah

Iklan

Rusunawa Bakal Jadi Tempat Isolasi Khusus ODP Corona di Tebo

Portal Tebo
01/05/20, 22:00 WIB Last Updated 2020-05-01T15:00:53Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tebo, dr Riana Elizabeth, mengaku khawatir terhadap semakin banyaknya penularan virus Corona atau Covid-19 di Tebo.

Dijelaskannya, kekhawatiran dirinya sangat beralasan. Karena ia melihat, kesadaran masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantuan (ODP) masih rendah. Masih banyak ODP yang tak melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Padahal itu sudah menjadi kewajiban mereka.

“Seperti halnya pasangan suami istri (Pasutri) dari kecamatan serai serumpun, seandainya mereka mematuhi dan melaksanakan protokoler isolasi mandiri, jumlah ODP di Tebo tidak akan mengalami kenaikan,” jelas Riana, dikutip dari laman jambiseru.com, Jumat (1/5/2020).

Ditambahkan Riana, kekhawatriannya kian bertambah, setelah mendengar 15 ODP dari Kecamatan Muaro Tabir juga tak melakukan isolasi mandiri. Padahal, 15 ODP tersebut telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Corona dari Merangin.

“Saya dapat laporan ODP di Muaro Tabir masih banyak yang tidak melakukan isolasi mandiri, malah beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Berdasarkan laporan tersebut, Riana menilai, tingkat kesadaran masyarakat terhadap penularan Covid-19 disana masih sangat rendah. Kadinkes juga menyebutkan, adanya persoalan ini telah ia laporkan ke Bupati Tebo, yang merupakan ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tebo.

“Sudah saya sampaikan dalam rapat gugus tugas Covid-19 Tebo dan pak Bupati selaku ketuanya, saya meminta peran serta lebih aktif lagi dari pihak puskesmas kecamatan, Polri dan TNI untuk mengawasi mereka ODP ini selama melakukan isolasi mandiri,”kata Riana lagi.

Sebagai solusi dari masalah tersebut, menurut Riana, Bupati meminta dirinya untuk mencari tempat untuk mengisolasi para ODP tersebut. Sebab menurut Bupati, dari dua orang saja, bisa menghasilkan 80 ODP. Sehingga jangan sampai ada pasien positif corona lagi di kabupaten Tebo.

“Menurut beliau, ODP yang sudah melakukan Ravid test untuk disediakan tempat untuk melakukan isolasi mandiri yang bisa dipantau bersama, jadi mereka benar-benar melakukan isolasi mandiri tidak melakukan kontak fisik dengan masyarakat lain,”sebutnya lagi.

Riana menyebutkan, saat ini baru Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saefudin (STS) Tebo, yang diusulkan menjadi tempat isolasi mandiri mereka ODP yang sudah melakukan Ravid test.

“Kalo sekarang baru Rusunawa yang kita usullan sebagai tempat isolasi mandiri, kedepannya bisa saja bertambah atau berubah tergantung situasi penyebaran pendemi Covid-19 ini di Tebo,” pungkasnya. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini