-->

Menu Bawah

Iklan

Masalah Tak Kunjung Usai Petani Jambi Siap Bergerak ke Jakarta

07/06/20, 18:37 WIB Last Updated 2020-06-07T11:37:42Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Suku Anak Dalam (SAD) dan Petani  Jambi kembali bergerak ke Jakarta. Mereka menilai penyelesaian di tingkat daerah belum menemukan solusi.

Perwakilan SAD dan Petani yang akan bergerak mencakup 4 kabupaten yaitu dari kabupaten Batanghari, Sarolangun, Tebo dan Kab. Tanjung Jabung Timur. 

SAD dan Petani Batanghari yaitu dari Desa Bungku, Kec. Bajubang, yang selama ini dikenal dengan sebutan SAD 113. Kelompok ini menuntut penyelesaian masalahnya dengan PT.Berkat Sawit Utama (BSU) yang dulunya bernama PT. Bangun Desa Utama (BDU) atau PT.Asiatic Persada dan PT.Agro Mandiri Semesta (AMS). 

Kemudian Masyarakat Dusun Kunangan Jaya II dengan PT. Agronusa Alam Sejahtera atau PT. Wanakasita Nusantara. 

Dari Kabupaten Sarolangun mencakup Masyarakat Dusun Mekar Jaya dan Dusun Sungai Butang Kec. Mandiangin. 

Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencakup persoalan Masyarakat 5 Desa yang berkonflik dengan Taman Nasional Berbak (TNB). 

Sementara dari Kabupaten Tebo mencakup Kelompok Tani Sungai Landai Bersatu di Desa Lubuk Mandarsah yang masih berkonflik dengan PT. Wira Karya Sakti. 

Serta partisipasi beberapa perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Provinsi Jambi.

“Rute kami pertama akan ke Kantor Pemerintahan Provinsi Jambi. Kami akan berkumpul di pendopo kantor Gubernur dulu. Kemudian baru menuju Merak, Banten, Tanggerang dan Jakarta. Di Jakarta kami ke kantor KLHK, DPR RI, Kemen ATR, KPK RI, Kemendagri dan Istana Negara” Ujar Utut Adianto, Kordinator Lapangan aksi saat dikonfirmasi media ini.

Adapun tuntutan mereka, kata Utut, Meminta Presiden dan Kementrian agar menyelesaikan permasalahan yang masih mereka hadapi saat ini. 

“Karena berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo bahwa tata kelola pemerintahan yang baik bukan diukur dari prosedur yang panjang dan ketat, Tetapi dari prosedur yang cepat dan sederhana yang membuka ruang terobosan-terobosan, dan mendorong lompatan-lompatan” Utut menjelaskan.

Adapun aksi ini menurutnya akan dilakukan pada 17 Juni 2020 dengan jumlah peserta 100 orang. (red/wil)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

NEWS

+