-->

Menu Bawah

Iklan

Soal Uang Ujian, Kepala SMPN 33 Tebo: Itu Sumbangan, Bukan Pungutan

21/06/20, 08:46 WIB Last Updated 2020-06-21T01:46:21Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Kepala SMPN 33 Pintas Tuo Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo, Wagimin akhirnya angkat bicara soal uang Ujian Nasional (UN) sebesar Rp600 ribu per siswa. Pasalnya, sejumlah orang tua siswa di sekolah itu mempertanyakan peruntukan uang tersebut karena UN dibatalkan.

Wagimin mengatakan jika uang UN sebesar Rp600 ribu tersebut sesuai kesepakatan. Uang tersebut digunakan untuk biaya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)," Uang itu bukan pungutan tapi sumbangan," kata Kepsek kepada PORTALTEBO.id.

Rencana awal jelas dia, siswa di sekolah yang dia pimpin akan mengikuti (menumpang) UN di SMPN 44 Muara Tabir. Namun, setelah dilakukan rapat kecil antara pihak sekolah dengan komite sekolah, disepakati harus membeli perlengkapan UN sendiri. Perlengkapan UN ini nantinya menjadi aset sekolah. 

"Jadi uang sumbangan itu kita belanjakan untuk perlengkapan sekolah. Perlengkapan ini langsung menjadi aset sekolah sehingga tahun depan dapat di pergunakan kembali oleh siswa," kata dia.

Sumbangan yang dilakukan jelas Kepsek lagi, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016. Dalam peraturan tersebut dijelaskan tentang peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan," Disitu dijelaskan penggalangan dana tidak boleh dalam bentuk pungutan, dan hanya diperbolehkan dalam bentuk bantuan ataupun sumbangan," pungkas dia. 

Diberitakan sebelumnya, untuk antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, sebanyak 45 siswa siswi SMPN 33 Tebo batal mengikuti Ujian Nasional (UN).

Namun keterangan dari beberapa wali murid, mereka telah membayar uang UN sebesar Rp600 ribu per siswa.

Wali murid ini menjelaskan, dari keterangan pihak sekolah uang tersebut digunakan untuk sewa laptop atau komputer. Namun yang disayangkan dia, disaat pandemi Covid-19 masih saja pihak sekolah melakukan pungutan. 

"Mano kondisi perekonomian lagi terpuruk, harga getah turun harga sawit anjlok. Kalo UN dibatalkan, trus uang yang telah kami setorkan untuk apa," katanya. (red/hta)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini