-->

Menu Bawah

Iklan

Bupati Tanam Pohon Buah Hutan Yang Sudah Mulai Langka

17/07/20, 17:13 WIB Last Updated 2020-07-17T10:13:10Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Buah-buahan hutan yang sudah langka perlu dibudidayakan agar anak keturunan kita nanti dapat menikmatinya. Ini dikatakan Bupati Tebo, Sukandar saat menanam bibit buah-buahan hutan di taman komplek perkantoran Seentak Galah Serengkuh Dayung, Jum'at (17/07).

"Ada bibit pohon Tampoi nasi, Tampoi Kuning, Tampoi rimba, Tempunek, siuo dan lainnya. Ini perlu kita budidayakan agar anak cucu kita nantinya bisa menikmati rasanya buah hutan," kata Sukandar.

Dikatakan Sukandar, bibit buah-buahan hutan ini nantinya akan dilakukan sertifikasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Pasalnya, dari informasi yang diterima, pembibitan pohon buah-buahan hutan ini yang pertama kali dilakukan di Jambi bahkan di Indonesia," Jadi biarlah sumber bibit atau pohon induknya berada di kawasan hutan SAD, namun bibit-bibitnya kita tanam disekitar Tebo. Kapan perlu ditanam juga di luar Tebo," kata Sukandar. 


Diketahui, kegiatan penanaman bibit pohon buah-buahan hutan ini diinisiasi oleh Organisasi Orang Rimbo Kito (ORIK) bekerja sama dengan Pemerintah Tebo. Selain dihadiri Forkompinda para OPD dan sejumlah komunitas lingkungan, penanam bibit pohon ini dihadiri langsung oleh pimpinan Suku Anak Dalam (SAD), Tumenggung Ngadap dari Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo, Jambi. 

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia dan Siaga Karhutla. Bibit pohon buah-buahan hutan yang ditanam diantaranya, Tampoi, Kuduk Kuyak, Tempunek, dan Siuo yang buahnya saat ini sudah sangat sulit didapat atau sudah langka.

Pimpinan kelompok SAD Tanah Garo, Temenggung Ngadap mengatakan, bibit buah-buahan hutan yang ditanam hari ini berasal dari kawasan hutan tempat kelompok dia hidup dan berkehidupan yakni Sungkai Lubuk Dalam, Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo, Jambi.


Dia berkata, saat ini ada puluhan jenis buah-buahan hutan yang pohonnya tumbuh dan masih terjaga dikawasan hutan mereka. Puncak musim buah diperkirakan sekitar bulan Februari hingga Maret," Kalau jumlah pohonnya ada ratusan batang. Kalau benar-benar di hitung, kemungkinan seribu batang lebih," ujar dia. 

Dengan penanam bibit pohon buah-buahan hutan ini, Temenggung Ngadap berharap agar pemerintah dan seluruh yang hadir ikut berpartisipasi menjaga dan merawat hutan tempat kelompoknya hidup dan berkehidupan. 

"Ada puluhan ribu bibit pohon buah-buahan yang sengaja dan sudah kita bibitkan. Tujuannya agar semua tahu jika sumber bibit ini berasal dari hutan kami, dengan harapan hutan kami sama-sama dijaga dan dilestarikan," kata Temenggung. 

Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus mengatakan, pihaknya bersama SAD dan masyarakat Desa Tanah Garo telah melakukan pembibitan sejak Maret 2020. Pembibitan tersebut sengaja difokuskan pada buah-buahan hutan yang sudah langka," Mudah-mudahan setelah penanaman ini ada tindak lanjutnya dari pemerintah dalam hal ini Pemkab Tebo," katanya. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini