-->

Menu Bawah

Iklan

Forum Koridor Gajah Di Deklarasi Begini Tanggapan Para Stake Holder

10/07/20, 07:52 WIB Last Updated 2020-07-10T00:53:25Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Kamis (9/7) berlangsung acara deklarasi dan sosialisasi forum kawasan ekosistem esensial (KEE) koridor hidupan liar alam bukit tigapuluh di kota Jambi. 

Acara yang di deklarasi Plt Sekda Provinsi Jambi ini tampak dihadiri Direktur Konservasi KLHK, Bupati Tebo, Kadis Kehutanan provinsi, Kepala BKSDA Jambi, Perwakilan perusahaan, NGO internasional hingga kepala desa.

Rahmad Saleh, Kepala BKSDA Jambi ketika diwawancara menyatakan, Rencana aksi terkait KEE sudah disusun, Menurutnya, SK terkait forum juga sudah diterbitkan Gubernur.

"Tinggal delianasi oleh tim forum.  Sekarang kita lagi menuju lokasi wilayah KEE (koridor) dengan para stakeholder. Para kades hadir mereka anggota forum termasuk pak camat. Nanti hasilnya baru disampaikan ke Menteri. Prosesnya memang dimulai dari lapangan," ujarnya.

Selain tinggal mendeleniasi lokasi, Kata Rahmad, Mereka saat ini akan sharing biaya, program hingga pariwisata. 

"Mau itu PUPR, Bappeda, Perguruan tinggi, LSM, NGO, akan sharing semua. Saya akan menanggapi apa yang akan difasilitasi pemerintah pusat. Di masyarakat nanti akan dilantik kelompok-kelompok sadar wisata," Ujar Komandan BKSDA Jambi itu.

Sementara Bupati Tebo, Sukandar, kepada awak media menyampaikan, Konflik gajah dengan masyarakat selama ini sudah kerap sekali muncul. Dengan adanya forum ini besar harapan dapat membantu pemerintah tebo mengurai persoalan gajah dengan masyarakat. Dengan adanya forum ini, harapannya, konflik gajah dengan masyarakat bisa teratasi.

"Daripada kita diam tidak melakukan apa-apa mungkin inilah langkah awal supaya ada action menghindari konflik gajah dengan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, Selain ini domain BKSDA pihaknya di tingkat kabupaten juga tidak punya SDM. Selama ini, Kata Sukandar, Hanya Babinkantibmas dan Danramil yang banyak membantu jika gajah masuk ke pemukiman masyarakat.

"Saya menyambut baik karena sebentar lagi akan di buka wisata gajah. Saya dapat info di BKSDA katanya sedang proses lelang. Mudah-mudahan dalam tahun ini bisa di bangun dan selesai. Dengan PT.LAJ kabarnya juga sudah ada kerjasama.," ujar Bupati Tebo tersebut.

Edukasi untuk masyarakat sendiri, Kata Sukandar, Masyarakat perlu memahami gajah adalah hewan yang dilindungi. Sosok hewan yang harus di jaga kelestariannya. Jangan sampai gajah punah sehingga anak cucu tidak tahu nanti gajah seperti apa.

Ahmad Bestari, Kadis Kehutanan Provinsi Jambi, Menepis isu gajah di tebo didatangkan dari luar. 
Menurutnya, Land scape koridor gajah yang di inisiasi merupakan landscape terbesar di sumatera bahkan di Indonesia dengan jumlah populasi 120 ekor yang terbagi 5 kelompok. 

"Justru gajah kita ini yang kita taruh di Way kambas, Lampung, di PT Reki, Jadi nggak ada itu mendatangkan gajah dari luar. Gajah bukan seperti ayam yang gampang bersosialisasi sebab mereka punya kelompok-kelompok." Kata Kadishut Prov Jambi itu.

Gajah keluar dari kelompok itu menurutnya karena ada yang kalah sebab disitu ada gajah yang beranjak remaja. Itu yang sempat disampaikan Pak Bupati karena ada yang sampai ke Batang asam, Tanjung Jabung Barat, Itu yang kemarin kita giring balik ke koridor, Jadi itulah mungkin yang dibilang ada mendatangkan gajah" Terangnya.

Dirinya tidak menampik pada koridor nantinya akan dibuatkan pagar listrik. Hal itu menurutnya untuk menjaga gajah tidak keluar dari koridor yang rencananya akan dibangun 160 kilometer berkolaborasi dengan perusahaan.

Di forum ini sendiri, dirinya selaku Kadishut Provinsi di daulat sebagai ketua. Unsurnya mencakup pemerintah daerah, pemerintah kabupaten, sektor usaha, LSM, NGO, dsb.

Menanggapi bagaimana jika gajah tersebut di koridor beranak pinak, di wilayah itu, menurutnya sudah ada alam bukit tigapuluh (ABT) dan taman nasional bukit tigapuluh (TNBT). 

"Stay gajah itu sebenarnya di dua tempat itu. Akan tetapi, Dia kan ada jalur, Nah, Jalurnya ini yang masuk ke konsesi konsesi," Bestari mengakhiri. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini