-->

Menu Bawah

Iklan

Kadishut Sudah Disposisi Panggilan Kepada Yang Terindikasi Garap HL Gambut

11/07/20, 12:19 WIB Last Updated 2020-07-11T05:19:47Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Akhmad Bestari, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Sudah memerintahkan membuat undangan (panggilan) terhadap pihak terkait yang diduga menggarap hutan lindung gambut (HLG) sungai buluh, di kecamatan Mendahara ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. 

Menurut Bestari, Tim dari pihaknya justru sudah turun ke lokasi. Dari situ didapat informasi pertama, Bahwa kegiatan itu dalam rangka antisipasi Karhutla. 

"Informasi awal seperti itu. Jadi nanti perkembangannya seperti apa kita lihat kembali hasil proses itu." ujarnya, Saat dikonfirmasi (9/7/2020).

Bestari menjelaskan, Dirinya sudah memerintahkan membuat undangan atau panggilan kepada pihak terkait, Namun, Apakah undangan itu sudah diteken atau belum dia tidak tahu karena yang meneken undangan adalah para penyidik.

"Saya tidak tau. Tapi perintah saya sudah, Disposisi saya sudah" Tegas Kadishut Provinsi Jambi itu ketika ditanya tentang pemanggilan  terhadap pihak terkait.

Berita sebelumnya, Menurut nara sumber (Narsum) yang minta namanya dilindungi. Di HLG setempat terindikasi di garap alat berat bahkan diduga sudah di kapling-kapling. 

Menurut narsum tersebut, Ada 4 parit atau kanal yang membelah-belah kawasan itu dengan panjang 2 sampai 3 kilometer. 

"Entah kenapa, Waktu kami tiba banyak yang berhamburan. Tapi, Ada seseorang yang tinggal yakni operator alat berat. Kasihan juga si operator di tinggal begitu saja" ujar Narsum berkisah. 

Alat berat jenis eksavator bewarna kuning itu. Menurut Narsum, Di operatori pria berkulit hitam yang biasa dipanggil GL.

Menurut GL, Dirinya tidak tahu menahu disitu kawasan HLG sungai buluh, Mendahara ulu. Dia hanya melaksanakan kerja yang diawasi oleh JN dan HR. 

JN yang di maksud GL yaitu suami pejabat di kampung setempat. Selain pengawas kerja, Kabarnya, JN juga pemasok BBM.

Alat berat itu, Menurut Narsum, Mereka temui sedang kerja pada parit yang biasa disebut parit HM. Salah satu parit yang sudah membelah HLG sepanjang 3 km. 

Sementara tiga parit lainnya yaitu parit SL, Parit SB dan parit SC, Juga membelah-belah HLG dengan panjang tak jauh beda.

Keanehan itu, Ujar Narsum, Semakin kentara karena diatas lokasi ada lajur-lajur yang sudah bertuliskan nama WT, US, LS, PJ, AN, Dll, seperti sudah di kapling-kapling.

WT dan LS kabarnya punya hubungan keluarga yakni anak dan orang tua. Diduga mantan pejabat dan pejabat aktif di kampung setempat. Demikian pula inisial US. 

Sementara PK dan AN diduga pejabat keamanan yang ada di wilayah tersebut.

Paska kunjungannya itu, Kata Narsum, Warga sekitar menyampaikan alat berat sudah keluar dari lokasi. 

"Namun masalahnya bukan itu. Masalahnya bagaimana sesungguhnya fungsi kawasan itu sebagai HLG? Pengawasannya? Dan apa dibenarkan areal HLG bisa di kapling-kapling?" Narsum ajukan tanya.

Menurut informasi, Luasan hutan lindung gambut sungai buluh lebih dari 17 ribu hektar. 

Secara administrasi berada di Desa Sungai Beras, Desa Sinar Wajo dan Desa Pematang Rahim. Kec. Mendahara ulu, Kab Tanjung Jabung Timur, Jambi. 

Di wilayah ini kabarnya pernah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan hampir dari separuh luasan diduga terpapar illegal logging. 

Menurut pengumuman pemerintah desa Pematang Rahim yang di rilis sejak 30 Oktober 2018, Mereka, Pemerintah desa, Tidak pernah merekomendasi kepada siapapun baik pribadi maupun kelompok untuk membagi-bagikan wilayah HLG.

"Perlu diketahui, Bahwa sampai saat ini aturan tentang hutan kawasan, HLG, HP, belum ada aturan yg membolehkan menduduki/merambah/menguasai/merubah fungsi hutan tersebut." Bunyi pengumuman itu.

Sementara Ratnawati atau Wati, Kepala Desa Sinar Wajo ketika dikonfirmasi sudah berapa lama alat berat itu berkegiatan di lokasi dan apakah kegiatan tersebut terkait kebijakan pemerintah desa? Belum memberikan jawaban secara jelas. "Maaf pak, Saya lagi rapat di kantor camat," ujarnya. (wil) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini