-->

Menu Bawah

Iklan

Objek Eksekusi Lahan Yeni Arianti Dkk Disinyalir Tak Sesuai Putusan MA

22/07/20, 00:09 WIB Last Updated 2020-07-21T17:09:40Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Objek Eksekusi lahan atas nama pemohon Yeni Arianti Dkk oleh Pengadilan Negeri (PN) Tebo disinyalir tidak sesuai putusan Mahkamah Agung (MA). Ini diungkapkan oleh salah warga Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Selasa (21/7).

" Disinyalir objek yang akan dieksekusi oleh PN pada tanggal 23 Juli 2020 tidak sesuai dengan putusan MA," ungkapnya.

Petani yang menyerahkan lahannya ke PT. Persada Alam Hijau (PAH) pada tahun 2013 ini menjelaskan, diputusan MA objek yang akan di eksekusi berada di Desa Kunangan, faktanya yang akan dieksekusi tersebut berada di Kelurahan Sungai Bengkal.

" Yeni Arianti CS beli lahannya di Desa Kunangan, sedangkan yang mau di eksekusi adalah lahan kami yang berada di wilayah Kelurahan Sungai Bengkal," jelasnya lagi.

Menanggapi hal ini, salah seorang pengamat hukum perdata, Edi Sutikno, SH, MH saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, Apabila hanya kesalahan dalam pengetikan dan tidak merubah substansi dari keputusan, pengadilan harus memperbaiki dan menyampaikan kembali dengan menarik atau mengganti surat yang salah tersebut, karena bukan serta merta cacat formil.

" Namun apabila dipaksakan eksekusi dengan mengabaikan kesalahan alamat sehingga menyebabkan salah objek eksekusi, pihak yang dirugikan bisa mengajukan permohonan untuk membatalkan eksekusi tersebut karena cacat formil dan materil serta melanggar hukum sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum," jelasnya. 

Diberitakan sejumlah media sebelumnya warga Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir berinisial ND yang merupakan petani mitra Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. PAH menolak keras rencana PN Tebo untuk melakukan Eksekusi lahan dari pemohon Yeni Arianti DKK dikarenakan tidak mengetahui duduk permasalahannya.

" Kami tidak tahu apa permasalahannya, tiba- tiba ada pemberitahuan kalau lahan kami mau di Eksekusi, tentu hal ini kami tolak," tegasnya.

ND menjelaskan, kalau itu memang sudah putusan pengadilan, kenapa kami tidak dilibatkan didalam prosesnya.

" Didalam surat pernyataan penyerahan lahan (SPPL) kami ke Perusahaan sangat jelas, apabila ada permasalahan ataupun sengketa pada lahan yang kami serahkan itu menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya, bukan tanggung jawab pihak perusahaan atau yang lain," jelasnya lagi.

Dikatakan ND, bahwa pihak petani pemilik lahan yang akan dieksekusi juga sudah berkirim surat kepada Ketua PN Tebo perihal permohonan penundaan Eksekusi tersebut.

" Mudah- mudahan Bapak Ketua PN Tebo bisa mempertimbangkan permohonan kami," pungkasnya. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini