-->

Menu Bawah

Iklan

Penyelesaian Konflik Agraria Di Jambi Mandeg Petani Bersiap Unjuk Rasa

08/07/20, 13:08 WIB Last Updated 2020-07-08T06:08:26Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Dinas kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi, Mulai minggu ini sepertinya akan menjadi sasaran unjuk rasa organisasi tani dan mahasiswa  terkait dengan mandegnya penyelesaian konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan atau dengan kawasan hutan di provinsi Jambi.

"Diantaranya konflik antara PT.RHM dengan Kelompok tani Napal Abadi di desa Awin Jaya, Kec. Sekernan, Kab. Muaro Jambi. Kemudian antara PT.WKS dengan Kelompok tani Pantang Mundur, Desa Danau Lamo Kec. Marosebo. Karena persoalan ini sejak tahun 2016 bisa dibilang jalan di tempat. Sementara keduanya hanya tinggal nota kesepahaman kerjasama (NKK) dari kementrian yang notabene di daerah ini kaki tangannya Dishut Provinsi Jambi?" Ujar Erijal, Ketua Persatuan Petani Jambi (PPJ)  Selasa (7/7/2020).

Kemudian, Sambung Erijal, Pihaknya juga mempertanyakan perkembangan kasus terkait Suryalang alias Alang, Humas PT. EWF, yang tertangkap basah Tim kehutanan menggarap sawit ratusan hektar diatas kawasan hutan di desa Merbau, Kec. Mendahara Kab. Tanjung Jabung Timur. "Perkembangan itu sudah sampai dimana?" Ujarnya. 

Menurut Erijal, Pihaknya selama ini sudah mengikuti proses yang mengacu Peraturan Menteri No.83 tentang perhutanan sosial (Ps), Namun pihak kementrian yang justru mandul karena buktinya hingga kini tidak ada yang di eksekusi. Sehingga turun ke lahan menjadi pilihan karena mengikuti proses hanya buang-buang waktu.

"Begitu juga saya dengar dari teman-teman yang lain, Semua hingga kini banyak yang mandeg. Baik itu proses perhutanan sosial (Ps) maupun yang di dorong melalui tanah objek reforma agraria (Tora). Ada apa? Ini penting di jawab dan dijelaskan, Sebab ini terkait langsung kehidupan belasan hingga puluhan ribu keluarga" Pungkas ketua PPJ tersebut.

Sebagaimana diketahui, Hari ini SAD dan petani Jambi juga sedang menjalani aksi jalan kaki dari Merak ke Istana Negara untuk menuntut penyelesaian lahan terkait konflik agraria dengan sejumlah perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri yang ada di Jambi. 

Aksi puluhan orang ini, hari ini, Rabu (8/7) diketahui sudah memasuki daerah cengkareng, Jakarta Barat.

Begitu juga antara masyarakat atau petani dengan PT REKI dan PT Lestari Asri Jaya atau Royal Lestari Utama (LAJ/RLU) semua masih berkonflik dengan ribuan keluarga petani/masyarakat yang hari ini masih belum tuntas. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini